Di Maumere, Banyak Data Masih Tercecer di OPD

KAMIS, 15 JUNI 2017

MAUMERE — Banyak data yang tersebar di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka dan belum disatukan. Padahal, bila disatukan akan valid dan bisa menjadi pegangan bagi semua.

Peserta Focus Group Discussion penyusunan kabupaten Sikka dalam angka.

Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, mengatakan, jika memiliki data yang valid, maka segala perencanaan pembangunan akan lebih terarah. Dicontohkan Ansar, sapaannya, data  di Dinas Sosial berbeda dengan data di Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan lainnya, sehingga sering data bantuan beras, PKH, perumahan dan lainnya sering berbeda, sehingga menimbulkan persoalan di masyarakat.

“Kalau datanya beda ,maka pasti akan menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga ada masyarakat yang mendapatkan semua bantuan dan membuat masyarakat lainnya keberatan,” kata Ansar, saat membuka Focus Group Discussion dalam rangka penyusunan Kabupaten Sikka dalam angka kerja nyata dengan data, Kamis (15/6/2017) di Maumere.

Untul itu, kata Ansar, harus ada kerja sama dan sinkronisasi dan di negeri ini data yang diakui hanya data yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS), terlepas data itu tidak update, tapi data itu diakui dan menjadi sumber data oleh semua lembaga lainnya. “Pemda Sikka juga menghitung pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini dan datanya beda dengan BPS Sikka, tapi tetap yang diakui adalah data yang dikeluarkan BPS,” ungkapnya.

Kepala Kantor BPS Sikka, Agus Liat Pehan, SE., menyampaikan, BPS sebagai inisiator kegiatan perstatistikan di Indonesia memiliki fungsi untuk melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan standarisasi dalam mengembangkan sistem statistik nasional, sehingga mendapatkan data yang berkualitas.

Data yang berkualitas, berperan penting dalam perencanaan pembangunan nasional dan dengan demikian, kebijakan pembangunan diharapkan dapat mencapai sasaran yang tepat dengan mendorong percepatan kesejahteraan rakyat. “Penyediaan data yang berkualitas masih terkendala berbagai masalah, seperti data tersebar di instansi sektoral, ada kesenjangan data antara kebutuhan dan ketersediaan serta adanya perubahan alur data sektoral serta berlakunya otonomi daerah,” paparnya.

Untuk itu lanjut Agus, sangat penting dilakukan koordinasi antara BPS dengan instansi penyelenggara kegiatan statistik sektoral di daerah, agar tercipta pemahaman yang sama mengenai pentingnya data statistik berkaitan dengan perencanaan dan pengambilan keputusan.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera (kanan) bersama Kepala Kantor BPS Sikka ,Agus Liat Pehan,SE.

Kegiatan FGD dengan organisasi perangkat daerah, penting, agar koordinasi dengan instansi penyelenggara kegiatan statistik sektoral di daerah bisa berjalan serta memberikan pemahaman tentang pentingnya data statistik. “Kami lakukan kegiatan ini juga demi mendukung terwujudnya sistim statistik nasional yang handal, efektif dan efisien,” pungkasnya. (Ebed De Rosary/ Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary)
Source: CendanaNews

Lihat juga...