MINGGU, 18 JUNI 2017
LAMPUNG—Aktivitas mudik warga dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya menggunakan kapal laut menujukkan peningkatannya pada liburan anak sekolah disambung libur lebaran Idul Fitri 2017 (1438 H). Arus mudik ini terus menunjukkan peningkatan di Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dan sebaliknya.
![]() |
| Fasilitas ruang bermain di loket pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni. |
Menurut Ahsan Muhtar selaku koordinator data posko angkutan mudik 2017 tercatat hingga Minggu pagi (18/6) jumlah pemudik pejalan kaki yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak baik pejalan kaki maupun penumpang dalam kendaraan mencapai 72.367 orang.
Dengan perincian penumpang dalam kendaraan 63.648 orang dan penumpang pejalan kaki mencapai 8.719 orang. Sebanyak 366 orang penumpang tercatat merupakan penumpang anak anak dan 8.353 orang penumpang dewasa.
Sebagai bentuk perhatian pihak PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni terang Ahsan Muhtar pihaknya menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung untuk pemudik anak anak. Fasilitas tersebut disediakan mulai dari ruang lobi pembelian tiket dengan fasilitas pojok bermain anak (kid corner).
Sementara bagi ibu menyusui yang membawa serta anak di bawah lima tahun (balita) disediakan ruang khusus menyusui. Fasilitas tersebut disediakan secara cuma cuma bagi penumpang pejalan kaki anak anak disaat keluarga atau orangtuanya mengantri membeli tiket.
Selain di darat berkoordinasi dengan pihak perusahaan pelayaran yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC-Gapasdap) Bakauheni beberapa kapal juga menyediakan fasilitas untuk anak anak.
Menurut Ahsan fasilitas di darat tentunya agar anak anak tidak bosan saat orangtua membeli tiket atau saat proses menunggu kedatangan kapal dari Pelabuhan Merak yang akan sandar dan akan pelayanan bisa sembari menunggu di ruang bermain anak.
“Kalau di kapal disediakan untuk menghindari anak anak bermain di dekat pagar kapal disediakan ruang khusus,” terang Ahsan Muhtar selaku koordinator data posko mudik 2017 pelabuhan Bakauheni Lampung mendampingi Sugeng Purwono selaku Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu siang (18/6/2017).
Petugas khusus juga disediakan untuk memberikan pelayanan bagi wanita, anak anak dan kaum lanjut usia (lansia) yang akan naik ke kapal dengan penyediaan fasilitas tangga khusus untuk pemakaian kursi roda bagi lansia yang tidak kuat berjalan di Gang Way.
![]() |
| Atraksi sulap bagi anak anak di kapal Dharma Rucitra I |
Fasilitas bagi pemudik pengguna kapal laut yang tiba di Pelabuhan Bakauheni dari Pelabuhan Merak juga disediakan oleh PT ASDP di lobi kedatangan penumpang dengan fasilitas karpet untuk istirahat dilengkapi dengan kipas angin, televisi, toilet, tempat minum gratis lengkap dengan kopi, teh bagi pemudik. Fasilitas tersebut terangnya merupakan fasilitas yang disediakan setiap tahun saat arus mudik berlangsung.
Pelayanan yang diberikan bagi pemudik yang membawa serta anak anak tersebut juga diakui oleh Sunaryo selaku kepala DPC Gapasdap Bakauheni sekaligus kepala cabang perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU).
Sunaryo menyebut tingkat kebosanan yang tinggi dengan perjalanan kapal di Selat Sunda selama hampir 2 jam hingga 2,5 jam kerap menimbulkan kebosanan bagi anak anak. Sebagai langkah memberikan hiburan bagi anak anak di beberapa kapal yang tergabung dalam Gapasdap telah disediakan ruang khusus untuk bermain anak anak yang disediakan secara gratis.
Sama seperti di kid corner yang disediakan oleh PT ASDP di lobi pembelian tiket di kapal juga disediakan ruang bermain lesehan terdiri dari prosotan (tempat untuk meluncur), kuda kudaan, puzzle serta permainan lain.
“Khusus di KMP Dharma Rucitra serta kapal kapal milik PT DLU diantaranya Dharma Kencana IX, Kirana , Dharma Rucitra, Mustika Kencana disediakan ruang bermain ditambah atraksi untuk anak anak selam liburan sekolah hingga arus mudik lebaran,” ungkap Sunaryo.
Berkonsep Dharma Liburan Ceria bagi anak anak yang naik ke kapal kapal DLU disediakan atraksi badut, lomba mewarnai sekaligus atraksi sulap secara gratis. Selain gratis sebagian anak yang mengikuti perlombaan mewarnai akan mendapatkan hadiah berupa tas, alat tulis serta hadiah menarik selama perjalanan kapal.
Selain memberikan hadiah kegiatan edukatif dengan cara cara mempergunakan alat keselamatan juga diberikan selama pelayaran untuk memberikan keceriaan kepada anak anak selama arus mudik dan liburan sekolah. Pemberian makanan berbuka puasa bagi umat Muslim yang menjalankan puasa juga diberikan jelang berbuka puasa di seluruh kapal milik PT DLU.
“Harapan kita semua kapal bisa memberikan fasilitas kenyamanan bagi anak anak agar anak merasa nyaman dan ada kesan perjalanan menggunakan kapal menjadi perjalanan yang menyenangkan,” terang Sunaryo.
Sunaryo menyebut liburan anak sekolah yang bertepatan dengan arus mudik lebaran akan terus mengalami peningkatan menjelang cuti bersama yang akan dimulai pada 23 Juni mendatang. Sebagai salah satu pengelola perusahaan pelayaran ia menyebut belum ramainya pemudik yang pulang kampung disebabkan faktor belum liburnya karyawan swasta sembari menunggu upah dan Tunjangan Hari Raya (THR).
“Kita himbau agar pemudik yang membawa serta anak anak selalu menjaga anaknya terutama saat di atas kapal agar tidak mendekati pagar kapal dengan resiko terjatuh ke laut,”terang Sunaryo.
Ia juga menghimbau kepada seluruh anak buah kapal yang tergabung dalam Gapasdap untuk selalu memperhatikan kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang kapal. Fasilitas tangga berjalan otomatis (eskalator) disediakan untuk memudahkan penumpang pejalan kaki yang sudah lanjut usia menaiki dek bawah ke dek atas serta fasilitas gratis di kapal DLU.
Fasilitas keamanan dan kenyamanan juga diberikan dengan penyiagaan personil security dan penempatan sejumlah closed circuit television (CCTV) memantau semua sudut di kapal menghindari hal hal tak diinginkan selama pelayaran arus mudik.
![]() |
| Sunaryo. |
Henk Widi/Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews


