KAMIS, 13 APRIL 2017
SENTANI — Badan SAR Jayapura memberangkatkan sebelas personelnya untuk membantu tim Basarnas, TNI dan Polri dalam proses evakuasi pesawat Caravan PK-FSO yang diketahui jatuh di bukit Alem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Rabu (12/4/2017) kemarin.
| Tim SAR Jayapura saat merancang jalur evakuasi di kantor SAR Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura |
“Kami telah memberangkatkan 11 orang untuk membantu evakuasi, nanti akan dilihat apakah akan dievakuasi lewat darat atau lewat udara, karena lokasinya cukup terjal,” kata Kepala SAR Jayapura, Suyatno, Kamis (13/4/2017).
Sementara itu, Kepala Bandara Sentani, Agus Priyanto mengatakan tim Basarnas, TNI dan Polri telah menemukan pesawat Caravan PK-FSO dalam kondisi hancur pada ketinggian sekitar tujuh ribu kaki di atas permukaan laut, di tebing bukit.
“Pesawat telah ditemukan dalam kondisi hancur,” kata Agus Priyanto.
| Kepala SAR Jayapura, Suyatno |
Sebelumnya, Pesawat PT Spirit Avia Sentosa (SAS) type C208 Caravan nomor registrasi PK-FSO yang dipiloti Kompol Rio Pasaribu hilang kontak di sekitar pegunungan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Pesawat tersebut mengangkut sembako untuk kebutuhan hari raya Paskah dan hari ulang tahun Kabupaten tersebut.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.Musthofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan adanya pesawat hilang kontak. Dikatakannya, pesawat bertolak dari Kabupaten Boven Digoel sekitar pukul 11.44 WIT menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang dengan perkiraan sampai atau mendarat pukul 12.14 WIT.
“Pukul 12.30 WIT tak ada kontak, seharusnya pukul 12.14 WIT sudah mendarat di Oksibil, Pegunungan Bintang. Dan didapatkan informasi dari perusahaan pesawat PT SAS di Jakarta, sekitar pukul 12.40 WIT sampaikan bahwa ada tanda SOS dari pesawat PK-FSO di sekitaran gunung Pegunungan Bintang,” kata Kombes Pol A.Musthofa Kamal, Rabu (12/4/2017).
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews