Rawan Lakalantas, Warga di Banjar Minta Pembatas Jalan

KAMIS, 13 APRIL 2017

BANJAR — Salah satu tikungan tajam di Tanjakan Tembungkerta, di ruas Jalan Nasional Banjar-Pangandaran, tepatnya di Dusun Tembungkerta, RT 03, RW 10, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, dikeluhkan warga dan pengendara yang melintas. Pasalnya, di kawasan itu rawan terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Jalan yang dikeluhkan warga

Selain jalan menikung, tanjakan serta turunan menuju arah Kota Banjar, dan sebaliknya, jalan tersebut juga kerap membuat kendaraan roda empat dengan muatan berat tidak kuat menanjak, bahkan hingga terperosok ke jurang.

Endang, warga setempat, mengatakan, di tahun ini saja tidak kurang dari sepuluh kali kendaraan dengan angkutan berat nyaris terjun bebas ke bawah jurang akibat tak mampu menanjak. “Setidaknya, kalau ada besi pembatas jalan, mobil yang tidak mampu menanjak, meskipun mundur, tidak sampai jatuh ke jurang,” terang Endang.

Kendaraan bermuatan berat yang melaju dari arah Pangandaran menuju Kota Banjar, diminta waspada saat melintas di lokasi Tanjakan Tembungkerta tersebut. Apalagi, kalau malam hari, PJU yang ada tidak berfungsi dengan baik, bahkan ada jalur kabel yang disangga menggunakan bambu. Kalau tidak berhati-hati, sangat membahayakan para pengendara yang melintas, apalagi para pengendara yang baru pertama melintasi daerah tersebut, tidak tahu medan, sehingga sering menimbulkan kecelakaan lalu-lintas.

Warga pun berharap, agar pemerintah Propinsi Jawa Barat, melalui Dinas Perhubungan Propinsi, bisa secepatnya membangun besi pembatas jalan di wilayah tersebut.

Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi

Source: CendanaNews

Lihat juga...