SABTU, 15 APRIL 2017
LARANTUKA — Prosesi atau perarakan saat Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka kabupaten Flores Timur berlangsung tertib dan aman. Puluhan ribu umat tetap mengikuti perarakan sejak awal ke luar dari Gereja Katedral Reinha Rosari hingga kembali ke Gereja Katedral.
![]() |
| Peziarah dari luar kabupaten Flores Timur yang mengikuti prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka. |
Selama prosesi yang berlangsung sekitar 7 jam ini sejak pukul 20.00 WITA hingga pukul 03,00 WITA, ribuan umat tetap khusuk mendaraskan doa dan mengalunkan lagu yang dipandu oleh salah seorang peserta yang berbaur bersama umat di dalam setiap barisan perarakan.
“Prosesi berlangsung tertib meski saat berhenti di Armida masih ada umat yang duduk di jalan dan trotoar karena kecapaian namun tidak ada yang menghidupkan telepon genggam dan bertelepon ria,” ujar Marcia Indarwati.
Peziarah asal Malang ini saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/4/2017) sekitar pukul 02.00 WITA di depan gereja Katedral Larantuka usai prosesi mengakui sangat puas setelah mengikuti rangkain prosesi yang penuh keheningan dan kekhusukan.
“Saya senang sekali mengikuti prosesi dan ini pertama kalinya saya datang ke kota Larantuka dan ingin datang lagi tahun depan sebab tradisi ini unik dan tidak saya temui di tempat lainnya,” ujarnya.
Marcia mengakui, meski lelah dan capek namun dirinya bersama rekannya tetap berjalan kaki mengikuti prosesi hingga berakhir di Gereja Katedral Larantuka dan berdoa sebentar di dalam gereja sebelum pulang ke penginapan.
Frengky de Rosary salah seorang pemuda Kapela Tuan Ma dan petugas keamanan yang bertugas mengawal Arca Tuan Ma selama prosesi menyebutkan, jumlah peziarah tahun 2017 hampir sama dengan tahun 2016 dan suasana prosesi tahun ini lebih tertib dan teratur.
Dikatakannya, sebagai tuan rumah, umat Katolik di Flores Timur khususnya kota Larantuka harus memberikan contoh yang baik agar para peziarah pun mengikutinya sebab tertib dan teraturnya prosesi tergantung kepada kita selaku tuan rumah.
“Prosesi tahun ini lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di mana peserta prosesi tidak lagi bertelepon ria dan berpose selfie menggunakan telepon genggam selama prosesi dan terkesan hura-hura,” pungkasnya.
Disaksikan Cendana News, peserta prosesi berjalan tertib meski ada yang tidak memegang lilin bernyala di tangannya. Peziarah yang datang dalam rombongan besar diatur berada dalam satu rangkain barisan sehingga tidak terpecah-pecah dan mengenakan tanda bertuliskan peziarah.
Tampak hadir mengikuti prosesi artis Julia Estele, Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong, Bupati Flotim Emanuel Kara, Ketua DPRD Flotim Nani Bethan serta para pejabat dari provinsi dan kabupaten lainnya di NTT serta dari Kementrian Pariwisata RI.
![]() |
| Ovos di Armida Mater Dolorosa di depan Kapela Tuan Ana di Kelurahan Lohayong. |
Jurnalis: Ebed de Rosary/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Source: CendanaNews

