MINGGU, 2 APRIL 2017
MATARAM — Salah satu kelebihan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dibandingkan daerah lain di Indonesia, selain dekat dengan kawasan wisata pantai dan pegunungan yang masih hijau dan alami, juga karena banyaknya sumber mata air, terutama di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
![]() |
| Kolam Pemandian Hutan Sesaot |
Kolam Pemandian di kawasan hutan lindung Sesaot, Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), misalnya, memiliki kolam pemandian anak maupun dewasa di bagian hilir hutan yang berdekatan langsung dengan pintu masuk kawasan Wisata Hutan Sesaot. Kolam Pemandian Sesaot biasa ramai oleh anak sekolah saat libur akhir pekan, dan kedalaman kolam pemandian itu memang sengaja didesain khusus untuk anak-anak. “Kolam pemandiannya asyik, selain sekitar kolam dikelilingi banyak pepohonan rindang dan hijau, air kolam juga selalu jernih, karena memang bersumber langsung dari aliran sungai kawasan hutan Sesaot” kata Ali Nurdin, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Desa Labuapi, Lombok Barat, kepada Cendana News, Minggu (1/4/2017).
Ali mengaku baru dua kali berlibur bersama anak dan istrinya di kawasan Wisata Sesaot. Menurutnya, sekarang ini banyak terjadi perubahan kawasan Sesaot, terutama penataan sekitar kawasan, termasuk kolam menjadi lebih rapi dan lebih bersih.
Leni, ibu rumah tangga asal Desa Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, dibandingkan kolam pemandian lain, kolam pemandian kawasan wisata Sesaot paling bagus, karena selain bisa mandi, anak-anak juga bisa menikmati pemandangan alam kawasan hutan. “Selain pemandangan bagus, kolam pemandian juga cukup aman untuk anak-anak bermain, karena memang kolam pemandian anak dan orang dewasa dibuatkan terpisah, termasuk juga tersedia ban dalam motor yang dimasukkan sebagai pelampung bagi anak yang kurang bisa berenang,” katanya.
Sulhan, salah satu pengurus pengelola kawasan wisata Sesaot, mengatakan, kolam pemandian memang termasuk paling banyak dikunjungi wisatawan, terutama anak-anak yang datang bersama orangtuanya maupun anak sekolah secara rombongan, dibandingkan mengelilingi kawasan hutan atau mandi langsung di sungai.
![]() |
| Ali Nurdi |
Lokasi yang dekat dari pintu masuk kawasan wisata dan tidak menguras tenaga, menjadi alasan sebagian wisatawan memilih kolam pemandian sebagai tempat mandi daripada mandi di sungai bagian dalam kawasan hutan, yang selain harus berjalan jauh, juga cukup berbahaya bagi anak. “Kalau mandi di sungai kan sangat berbahaya, karena penuh dengan bebatuan yang sudah berlumut dan licin, makanya banyak wisatawan termasuk anak-anak memilih mandi di kolam pemandian yang lebih aman ini,” katanya.
Meski termasuk hutan lindung, kawasan Wisata Sesaot terawat dengan baik dan menjadi lokasi favorit siswa, mahasiswa, Pramuka, termasuk masyarakat pecinta alam kemah mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, termasuk menanam pohon.
Pepohonan besar yang tumbuh rindang di seluruh kawasan hutan Sesaot juga cukup terawat dan tetap terjaga. Wisatawan yang ingin mengelilingi sungai sepanjang kawasan hutan juga bisa dengan mudah melakukannya, karena ada jalan setapak yang dibuatkan oleh pemerintah daerah setempat. “Kita bersama teman-teman pecinta alam biasa melakukan kemah dan mengadakan kegiatan di kawasan wisata hutan Sesaot” kata Muhsin, siswa pecinta alam anggota MAPALA di salah satu SMAN di Mataram.
Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi
