Bupati Sikka, Tekankan Dirut PDAM Prioritaskan Pelayanan

SENIN, 3 APRIL 2017

MAUMERE — Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, mengatakan, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sikka, harus menomor-satukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat, karena fungsi perusahaan milik Pemda Sikka ini lebih besar sosialnya dibandingkan dengan meraih keuntungan.

Bupati Sikka saat mengambil sumpah jabatan Dirut PDAM Sikka Frans Laka di Gedung Sikka Inovation Center.

“Perusahaan Daerah Mawarani milik Pemda Sikka yang mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus mengejar keuntungan, sementara PDAM lebih kepada sosialnya, tapi tentu tidak melupakan fungsi meraih keuntungan. Jasa ini yang harus diolah dengan baik, agar mendapatkan keuntungan, tetapi di balik itu, pelayanan harus ditingkatkan, agar pelanggan dalam hal ini masyarakat akan merasa puas,” ujar Bupati Sikka, dalam sambutan usai melantik Dirut PDAM baru di Gedung Sikka Inovation Center, Senin (3/4/2017), siang.

Ansar berpesan, agar jangan di balik, mengejar keuntungan lebih diutamakan daripada fungsi pelayanan, sebab bila pelayanan baik, maka pelanggan akan merasa puas dan bisa membayar biaya pemakaian yang ditentukan sesuai pemakaian air. “Untuk itu, perlu perhitungan-perhitungan yang matang dan dalam proses seleksi, Anda sudah sampaikan bagaimana agar perusahaan ini bisa memberikan fungsi pelayanan dan bisa mendatangkan keuntungan,” terangnya.

Dirut PDAM Sikka, Frans Laka, saat ditemui Cendana News usai pelantikan mengaku dirinya siap melaksanakan tugas yang dipercayakan Pemda Sikka, dalam hal ini Bupati Sikka, dengan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan yang sehat tanpa meninggalkan fungsi sosial dan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

Frans mengatakan, ia memang mantan pegawai PDAM dan pendidikannya juga terkait air bersih serta dalam bekerja banyak berurusan dengan air bersih,  apalagi sudah melepaskan jabatan sebagai kepala bidang demi mengambil kesempatan menjadi Dirut PDAM, sehingga ia akan bekerja maksimal agar PDAM Sikka bisa menjadi lebih baik dan menjadi perusahaan yang sehat. “Tugas saya yang paling berat adalah menyediakan air bersih yang bik bagi warga dan saya akan meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk media agar dari hari ke hari pelayanan yang diberikan semakin baik,” tegasnya.

Adapan langkah pertama yang akan dilakukan, kata mantan Kabid Pemukiman dan Tata Ruang Dinas PU Kabupaten Sikka, ini adalah pembenahan sistem dengan melihat program kerja yang ada selama ini di PDAM Sikka. Program yang baik akan dipertahankan, sementara yang belum baik akan  dibenahi secara bertahap.

Frans yakin, pegawai di PDAM Sikka banyak orang pintar sehingga mereka juga akan dibutuhkan, sebab apalah artinya seorang direktur bila apa yang dikerjakan tidak didukung bawahan dengan kinerja yang baik. “Memberikan pendapatan bagi daerah bukan target utama, naik turunnya tarif air bersih harus dilihat dari bagaimana pemasukan dan pengeluaran bisa seimbang dahulu, sebab kita harus lakukan pembenahan ke dalam dahulu, baru kita akan meningkatkan tarif sampai kepada bisa menyumbangkan pendapatan bagi daerah,” ungkapnya.

Terkait tingkat kebocoran air yang masih besar, Frans katakan akan melihat dahulu apa yang menyebabkan hal itu terjadi dan nanti setelah bekerja baru akan melakukan langkah-langkah perbaikan untuk menekan angka kebocoran tersebut. Pemebanahan jaringan juga akan diperhatikan, sebab banyak pipa air yang sudah lama dan berusia puluhan tahun dan perlu untuk diganti, serta penambahan jaringan baru pun akan dilakukan setelah pihaknya melakukan pendataan kapasitas yang ada dan berapa kebutuhan pelanggan, sehingga bisa diketahui apakah bisa memasang sambungan baru.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...