Banjir Bandang, Jembatan Wairbleler, Putus Total

MINGGU, 2 APRIL 2017

MAUMERE — Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sikka Sabtu (1/4/2017) dan Minggu (2/4/2017) sejak pukul 03.00 WITA  dini hari, menyebabkan banjir yang cukup besar di beberapa titik Kali Mati di wilayah Kabupaten Sikka. 

Warga Desa Hoder sedang membantu seorang pengendara sepeda motor untuk melewati jalan darurat yang dibuat sementara oleh pihak kontraktor.
Derasnya air menyebabkan jembatan Waibleler yang merupakan Jembatan sementara di ruas Jalan Negara Maumere-Wairunu di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, yang sedang dikerjakan dan jembatan Roimeting di ruas Jalan Negara Lianunu-Hepang, Desa Nita Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, putus total diterjang banjir bandang. “Saya harus keluarkan biaya ekstra sebesar 50 ribu rupiah untuk warga yang menggotong barang bawaan saya, sebab bus dari Larantuka menuju Maumere tidak bisa lewat,” ujar Hironimus Kelen.

Kepada Cendana News yang menemuinya di Maumere, Minggu (2/4/2017), sore, Nimus sapaannya, mengakui terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk petugas pengangkut barang dan bayar ongkos lagi sebesar 20 ribu rupiah dari Hoder menuju Kota Maumere. “Akibat bencana ini kami harus keluar biaya lagi, padahal ongkos bus dari Larantuka ke Maumere saja cuma 60 ribu rupiah, apalagi yang membawa banyak barang tentu harus keluarkan uang lebih banyak, apalagi cuaca juga sedang hujan,” ungkapnya.

Carolin Corebima, salah seorang penumpang bus lainnya kepada Cendana News  mengaku kecewa, karena harus mengeluarkan uang lagi untuk sewa orang memindahkan barang-barangnya dari bus yang ditumpanginya dari Larantuka untuk dipindahkan ke angkutan ?lain, agar bisa melanjutkan perjalanan sampai Maumere. “Tadi saya sewa orang, bayar banyak sekali, 200 ribu rupiah, sebab karung-karung yang saya bawa berisi hasil komoditi dari Larantuka untuk dikirim ke Jawa, melalui ekspedisi di Pelabuhan Laurens Say Maumere,” terangnya.

Terpisah, Satker PPK 64, Maumere-Wairunu, Dirmala, saat dihubungi Cendana News lewat telepon menjelaskan, pembangunan Jembatan Waibleler adalah proyek Long Segmen peningkatan jalan dan jembatan yang bersumber dari dana APBN 2017. Proyek peningkatan jembatan Wairbleler ruas jalan Maumere-Wairunu itu dikerjakan oleh PT Catur Perkasa Tunggal, sedangkan peningkatan jembatan Roimeting, ruas jalan Lianunu-Hepang dikerjakan oleh PT Karunia Baru Ende sebagai kontraktor pelaksana. “Ini bencana, tidak faktor kesengajaan dan saya sudah berkoordinasi dengan rekanan, agar segera pasang gelagar, agar akses transportasi kembali lancar,” kata Dirmala.

Pantauan Cendana News di dua lokasi tersebut, pada Minggu (2/4/2017), kendaraan yang berasal dari dua arah jembatan tersebut harus antri satu persatu, agar bisa lewat dan itupun hanya kendaraan roda dua saja. Pihak kontraktor terpaksa memasang gelagar dari kayu untuk titian sementara kendaraan roda dua dan para pejalan kaki.

Polisi yang berjaga-jaga di dua lokasi jembatan sementara yang putus tersebut memberlakukan buka tutup bagi para pengendara roda dua dan pejalan kaki untuk melintas di titian gelagar dari kayu yang di pasang sementara.  Para penumpang angkutan roda 4 atau lebih dari dua arah jalan terpaksa bertukar kendaraan untuk melanjutkan perjalanan mencapai tujuan.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...