Puluhan Personil Polisi Amankan Pawai Ogoh-ogoh

SENIN, 27 MARET 2017
LAMPUNG — Puluhan personil kepolisian dari Kepolisian Sektor Penengahan Polres Lampung Selatan disiagakan di sejumlah titik Jalan Lintas Timur Lampung untuk mengamankan jalannya prosesi pawai ogoh-ogoh yang digelar oleh sebagian besar umat Hindu Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. 

Salah satu titik penjagaan polisi.

Perarakan atau pawai ogoh-ogoh dari beberapa banjar atau desa di wilayah Kecamatan Ketapang menggunakan jalan negara yang dilalui berbagai jenis kendaraan dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju ke arah Kabupaten Lampung Timur. Pengamanan juga dilakukan untuk keamanan, ketertiban dan lancarnya prosesi keagamaan yang digelar sebelum umat Hindu menggelar perayaan Nyepi 1 Saka 1939 atau esok hari pada 28 Maret 2016.

Menurut Kepala Polsek Penengahan, Ajun Komisaris Polisi Mulyadi Yakub, jalannya prosesi keagamaan jelang perayaan Nyepi bagi umat Hindu sebelumnya juga telah mendapat pengamanan dari anggota Polsek Penengahan dan jajaran di antaranya kegiatan Melasti.

“Kalau pengamanan sudah kita lakukan sejak Melasti di Pura Segara Batu Putih dan tadi siang ada kegiatan Pecaru personil sudah disiagakan sementara sore ini akan digelar pawai ogoh ogoh harus kita amankan agar berjalan dengan lancar dan membantu umat Hindu menjalankan prosesi kegamaannya,” ungkap Kepala Polsek Penengahan Ajun Komisaris Polisi Mulyadi Yakub saat ditemui Cendana News di pos polisi simpang lima sebelum pelaksanaan pengamanan pawai ogoh ogoh, Senin sore (27/3/2017).

Berdasarkan informasi dari sejumlah banjar atau desa yang akan menggelar pawai ogoh-ogoh dipastikan setiap desa akan mengarak minimal satu ogoh-ogoh. Sementara beberapa desa membuat lebih dari tiga ogoh-ogoh berukuran besar dan kecil dengan melibatkan pengangkat sanan atau kayu penyangga puluhan orang. Tercatat sebanyak 17 ogoh-ogoh yang akan diarak oleh sebagian umat Hindu yang tinggal di wilayah mayoritas memeluk agama Hindu.

Mulyadi Yakub mengungkapkan pengamanan kegiatan keagamaan Agama Hindu dengan kegiatan pawai ogoh-ogoh tersebut untuk lancarnya prosesi melibatkan 21 anggota dari Polsek Penengahan dan sebanyak 4 anggota diperbantukan dari Polres Lampung Selatan dan dari unit patroli jalan raya (PJR) Jalan Lintas Timur.

Selain itu jalur yang mayoritas digunakan untuk pawai menggunakan jalan raya membuat Polsek Penengahan berkoordinasi dengan anggota satuan lalu lintas dari pos lalul lintas Gayam, pos Ruguk dan pos pintu keluar Pelabuhan Bakauheni.

Beberapa titik yang dijaga di antaranya berjumlah enam titik, seperti di Dusun Yogaloka, Desa Tridharmayoga, Desa Sumbernadi, Desa Bangunrejo, Desa Sripendowo dan Dusun Setiadharma.  Pada masing masing titik disiagakan lima personil lengkap dengan kendaraan patroli.

Kepala Polsek Penengahan Ajun Komisaris Polisi Mulyadi Yakub.

Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh menurut Mulyadi Yakub rata rata digelar sesudah pukul 16:00 WIB di beberapa titik dan akan selesai pada malam hari. Pada  proses selanjutnya ogoh-ogoh akan dibakar di balai dusun atau desa atau dekat dengan lokasi pemakaman setempat dalam malam pangrepukan atau malam pembersihan.

Sementara itu salah satu panitia perarakan ogoh-ogoh Desa Tridharmayoga, Wayan Kucir (40) mengungkapkan khusus untuk patung raksasa atau ogoh-ogoh yang akan diarak di desa tersebut sebanyak lima ogoh-ogoh. Kelimanya dibuat telah dipersiapkan tersebut bahkan telah dipasang di pinggir jalan selama proses upacara pecaruan yang digelar sejak siang di perempatan desa.

“Kita akan arak ogoh-ogoh yang terdiri dari lima buah ini ke ujung desa lalu ke perempatan jalan desa dan selanjutnya dibawa ke pantai Tridharmayoga dibakar lalu abunya dibuang ke laut,” ungkap Wayan Kucir.

Pembakaran ogoh-ogoh pada malam pengrepukan merupakan simbol penyucian desa dari unsur unsur jahat sehingga umat Hindu bisa merayakan Nyepi 1 Saka 1939 dengan baik dan tanpa gangguan.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Lihat juga...