MATARAM — Indonesia dikenal sebagai negara kesatuan dengan keanekargaman masyarakatnya, mulai dari suku, agama ras, budaya, bahasa dan adat istiadat. Meski beragam, selama sekian puluh tahun, Bangsa Indonesia terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara serta hidup rukun di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
![]() |
| Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di acara seminar “Pemberdayaan Wilayah Pertahanan”. |
Menurut Amin Provinsi NTB sejauh ini masih tetap dalam keadaan aman terkendali dan suasana yang stabil baik dalam bidang pertahanan, keamanan, politik, dan ekonomi, tanpa diwarnai gangguan keamanan termasuk konflik, sehingga proses pembangunan bisa berlangsung dengan baik.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi yang membuka mata kita dalam menghadapi tantangan di bidang pertahanan dan kemananan negara. Warga kita tidak seperti sebagian warga negara lain terusir dari negaranya sendiri. Hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh ketidakstabilan politik dan keamanan di negaranya yang mengakibatkan mereka harus mengungsi atau pindah ke negara yang lebih aman.
“Untuk itu, setiap Warga Negara Indonesia perlu memelihara kemananan, ketertiban, meningkatkan rasa kebersamaan dan Bhinneka Tunggal Ika agar tidak gampang tersulut oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok Kementerian Pertahanan di Daerah Kol. Inf. Eko Suprihantoro dalam laporannya menyampaikan seminar ini sebagai salah satu bagian dari program bela Negara.
“Aksi bela negara tidak saja identik dengan latihan fisik atau latihan berperang sebagaimana dilakukan TNI, tapi menanamkan rasa cinta serta semangat nasionalisme kebangsaan. Seminar atau workshop juga merupakan bagian dari aksi bela negara yang perlu terus digalakkan, baik di tengah masyarakat maupun lembaga pendidikan,” pungkas Eko.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi