SENIN, 13 MARET 2017
MAUMERE — Fasilitas pariwisata yang dibangun pemerintah Kabupaten Sikka di pantai wisata Wairterang, salah satu destinasi wisata Taman Laut Gugus Pulau Teluk Maumere, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, mulai mengalami kerusakan akibat ditelantarkan pemerintah usai dibangun 3 tahun lalu.
![]() |
| Atap bangunan lopo atau tempat duduk beratap ilalang yang mulai rusak. |
Warga merasa kecewa sebab fasilitas ini dibangun pemerintah dengan uang rakyat, dibiarkan telantar. Padahal di Desa Wairterang, ada kelompok sadar wisata dan lokasi pantai wisata serta bangunan pendukung yang dibangun di dekat pantai sudah tergolong lengkap sebagai tempat bersantai usai mandi di laut.
“Sayang bila hanya dibiarkan saja. Lama kelamaan pasti rusak apabila tidak dikelola dengan baik. Sebenarnya bisa mendatangkan pemasukan,” ujar Benediktus Sadi.
Saat ditemui Cendana News di Pantai Wairterang, Senin (13/3/2017), Beni, sapaannya, mengaku, tidak habis pikir kenapa pemerintah tidak memaksimalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Sikka. Apalagi lokasi wisata ini menjadi favorit bagi wisatawan yang suka diving dan merupakan salah satu taman laut.
“Kalau cuma bangun dan tidak ada pemanfaatan serta ada lembaga atau orang yang dipercayakan mengelolanya, sama saja dengan menghamburkan uang negara saja,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Alfrida Sita, warga Waigete lainnya yang ditemui di Pasar Waigete. Dikatakan Alfrida, lebih baik dananya dipergunakan membangun drainase di areal persawahan atau bantu alat-alat pertanian lainnya.
“Kalau bangun dan tidak dipergunakan, lebih baik dana untuk bangun tempat wisata ini dipergunakan untuk bantu para petani,” tuturnya.
Ida, sapaannya, meminta agar pemerintah lebih serius mengembangkan pantai wisata Wairterang agar warga bisa berjualan makanan dan minuman. Apalagi petani di Waigete selalu menjual jagung muda, kacang, dan buah-buahan lainnya sehingga bisa meningkatkan pendapatan warga.
“Para petani tiap hari menjual jagung muda rebus di pinggir jalan negara. Kalau tempat wisata dikelola dengan baik, pasti ramai, dan kami bisa jual jagung muda rebus, jagung bakar, serta makanan lainnya,” sebutnya.
Disaksikan Cendana News di lokasi bangunan tempat wisata Wairterang, 3 tempat duduk untuk beristirahat (lopo) yang dibangun tidak jauh dari bibir pantai atap ilalangnya banyak yang sudah terlepas. Dua buah kamar mandi dan WC sudah tidak berfungsi. Selain itu, dua buah bangunan yang dipakai sebagai ruangan untuk pengunjung yang ingin berganti pakaian sehabis mandi di laut dan sebuah pos jaga dipenuhi sampah dan terlihat berantakan.
![]() |
| Bangunan ruang ganti pakaian dan kamar mandi serta WC yang dibiarkan telantar. |
Terlihat pula sebuah baliho dan papan informasi dengan tulisan Sapta Pesona Pariwisata, belum terlalu lama dipasang. Halaman fasilitas umum bagi pengunjung pantai wisata, rumputnya pun mulai meninggi dan sebuah bak air ternyata dipenuhi dedaunan dan juga ditumbuhi lumut.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
