SENIN, 6 MARET 2017
MAUMERE — Sebanyak 1.899 hektar tanaman pangan yang terdiri dari padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan sorgum yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda sejak bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017.
![]() |
| Tanaman padi yang ada di Kecamatan Magepanda yang rusak tertiup angin kencang. |
Demikian disampaikan Inosensius Siga, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka saat ditemui Cendana News, Senin (6/3/2017) di kantornya.
Dikatakan Ino, sapaannya, untuk tanaman padi, sebanyak 1.899 hektar mengalami rusak ringan, 369 hektar rusak sedang dan 761 hektar mengalami rusak berat. Untuk tanaman jagung, kerusakan ringan 1.311 hektar, rusak sedang 377 serta rusak berat 2.665 hektar.
Juga pada tanaman kacang tanah, jelasnya, yang mengalami rusak ringan seluas 41 hektar, rusak sedang 6 hektar serta rusak berat 41 hektar sementara ubi jalar rusak ringan 36 hektar, rusak sedang 27 hektar serta rusak berat 26 hektar.
“Untuk ubi kayu, luas areal yang mengalami kerusakan ringan 148 hektar, rusak sedang 175 dan rusak berat 235 serta tanaman sorgum yang mengalami rusak ringan 1 hektar, rusak sedang 2 hektar dan rusak berat 7 hektar,” terangnya.
Untuk tanaman perkebunan, beber Ino, kerusakan terjadi pada tanaman kelapa dimana 1.185 pohon mengalami rusak ringan, 743 rusak ringan dan .591 pohon mengalami rusak berat. Tanaman Pala 497 pohon rusak ringan, 304 pohon rusak sedang sedangkan 2.142 pohon mengalami rusak berat.
“Tanaman kopi juga banyak yang rusak, 13.555 pohon mengalami rusak ringan, rusak sedang 2.350 pohon serta rusak berat 24.112 pohon,” sebutnya.
Kerusakan terparah, ungkap Ino, juga terjadi pada tanaman kemiri, cengkeh, jambu mente dan kakao. Untuk tanaman kemiri, rusak ringan 38.586 pohon, rusak sedang 3.344 pohon dan rusak berat 121.042 pohon. Selain itu, ucapnya, cengkeh yang mengalami rusak ringan sebanyak 7.530 pohon, rusak sedang 425 pohon dan rusak berat 3.560 pohon serta jambu mente yang rusak ringan 796, rusak sedang 607 dan rusak berat 699.546 pohon. Kakao yang rusak ringan 7.915 pohon, rusak sedang 20.811 serta rusak berat 61.831 pohon.
Lukas Lura, salah seorang petani Desa Gera yang ditemui Cendana News, Senin (6/3/2017) di Maumere mengakui, kerusakan parah yang terjadi di desanya terjadi pada tanaman kemiri dan kakao.
“Banyak pohon kemiri yang rantingnya patah dan jatuh menindih pohon kakao di bawahnya sehingga banyak pohon kakao yang juga dahannya patah tertindih ranting dan batang pohon kemiri yang tumbang tertiup angin kencang,” sebutnya.
Dijelaskan Lukas, petani berinisiatif membersihkan sendiri tanaman pertanian dan perkebunan yang patah dan sampai saat ini belum ada pihak pemerintah yang datang melihat kondisi yang dialami petani dan memberikan bantuan.
![]() |
| Tanaman jagung di Kecamatan Alok Barat yang patah tertiup angin kencang. |
“Kalau ada bantuan sebaiknya diberikan bantuan beras untuk konsumsi petani yang memang kerusakannya sangat parah khususnya tanaman padi dan jagung yang diandalkan untuk makan sehari-hari,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
