RABU 22 FEBRUARI 2017
BOGOR—Tahbisan ini diberikan langsung oleh Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, Rabu (22/2) sore di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi, Sukasari, Bogor, Jawa Barat. Empat diakon yang ditahbiskan berasal dari Keuskupan Bogor dan berkarya sebagai imam di Keuskupan Bogor. Keempat diakon yang ditahbis menjadi imam adalah Diakon Jeremias Uskono, Diakon Paulus Piter, Diakon Gregorius Agus Edi Cahyono, dan Diakon Agustinus Hardono.
![]() |
| Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno. |
Perayaan ini merupakan satu acara konselebrasi dengan selebaran utama Mgr. Paskalis Bruno Syukur Uskup Keuskupan Bogor, dengan konselebran RD. Nikasius Jatmiko, Rektor Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus, Bandung dan RD Agustinus Adi, pastor rekanan Paroki Santo Fransiskus Assisi, Sukasari.
Adapun urutan besar perayaan tahbisan adalah perarakan diakon yang akan ditahbis menjadi imam, diiringi sekitar tujuh puluh imam di Keuskupan Bogor, liturgi pembuka oleh uskup keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, kemudian liturgi sabda yaitu pembacaan bacaan dari kitab suci termasuk pembacaan Injil oleh RD. Agustinus Adi. Setelah pembacaan Injil, Uskup Bogor menanyakan kelayakan keempat Diakon kepada RD. Nikasius Jatmiko, Rektor Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus, Bandung.
Dalam homilinya, Mgr. Paskalis meminta keempat Diakon untuk berbahagia, “Mereka manusia biasa, yang memiliki banyak kelemahan, tapi dengan Rahmat Allah menjadikan mereka untuk ikut serta dalam karya keselamatan dari Allah” dalam homilinya, Uskup Bogor juga meminta keempat Diakon untuk menjadi imam milik Kristus gembala umat yang siap diutus ke mana saja. Mantan Minister General Ordo Fraterum Minorum Indonesia ini juga meminta kepada keempat Diakon agar menjalani peran sebagai Imam bukan karena keterpaksaan.
“Jika kalian merasa terpaksa menjadi imam, akan lebih baik jika saudara keluar saja!” katanya sambil tersenyum namun tegas.
Prosesi tahbisan imamat akan dilaksanakan setelah Selebran Utama selesai menyampaikan homili. Adapun tata cara tahbisan ini yaitu penumpangan tangan Uskup ke atas kepala Diakon calon Imam Gereja Katolik.
Setelah Uskup menanyakan kesediaan ke empat Diakon untuk menerima tahbisan, Solis menyanyikan Litani Para Kudus. Sementara Litani dinyanyikan, Selebran Utama dan Konselebran berlutut menghadap ke Sakramen Maha Kudus, dan empat Diakon yang akan ditahbis telungkup menyembah Sakramen Maha Kudus di belakang Selebran Utama dan Konselebran. Setelah Litani Para Kudus selesai dinyanyikan, masing-masing Diakon menghadap Selebran Utama untuk menerima penumpangan tangan, kemudian menghadap konselebran untuk menerima penumpangan tangan.
Setelah Selebran Utama dan Konselebran menumpangkan tangannya, empat Diakon yang sudah menjadi Imam berdiri di depangereja untuk menerima penumpangan tangan dari sekitar tujuh puluh imam yang ada di Keuskupan Bogor.
![]() |
| Suasana Tahbis di Bogor. |
Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho
