SELASA, 7 FEBRUARI 2017
MALANG — Selain banyak mengadakan kegiatan peduli lingkungan di luar kampus, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB) nyatanya juga sangat fokus dalam mendukung rencana kampus hijau (Green Campus). Hal tersebut dibuktikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir dengan melakukan pendataan maupun penelitaian mengenai polusi, ruang terbuka hijau dan masalah persampahan.
![]() |
| Anggota IMPALA UB |
“Pada 2015 kami mengambil indikator mengenai polusi dan ruang terbuka hijau di UB. Sedangkan di 2016 kemarin kita mengambil masalah sampah,” jelas seksi operasional, Edi Wasito saat ditemui Cendana News di sekretariat IMPALA, Selasa (7/2/2017).
Disebutkan, saat ini permasalahan sampah lebih kepada belum dipisahkannya pengolahan berdasarkan jenis-jenisnya sehingga masih bercampur. Sebagai contoh, sampah plastik masih bercampur dengan sampah kertas maupun sampah kaleng. Tetapi untuk sampah organik memang sudah dipisahkan dan sudah diolah di UPT kompos untuk dijadikan pupuk.
“Berdasarkan pertimbangan tersebut maupun rekomendasi dari tahun-tahun sebelumnya, IMPALA ingin membuat program bank sampah yang diusahakan diadakan di tahun ini yang Insha Allah akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia,” ungkapnya.
Dikatakan juga, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Malang.
Dijelaskan, pihaknya akan mengadakan sosialisasi ke bagian-bagian yang berpotensi menghasilkan sampah di UB termasuk dengan masyarakatnya.
“Saat ini kita masih intens terus membicarakan program ini ke pihak rektorat dan masih merancang seperti apa bentuknya nanti. Yang pasti nanti intinya membuang berdasarkan jenisnya,”sebutnya.
Dikatakan, dari hasil pemilahan tersebut, ditampung tampung lagi sesuai jenisnya, selanjutnya bisa dipisahkan.
“Misalkan botol plastik kan ada macamnya, kita pisahkan kemudian bisa langsung kita kirim ke bank sampah Malang. sedangkan yang sampah organik bisa langsung masukkan ke UPT Kompos UB,” ungkapnya.
Konsepnya nanti merujuknya ke setiap fakultas sehingga nanti fakultas yang lebih merasakan benefitnya dari bank sampah.
“Tapi pada tahun ini sementara hanya sebagai percontohan saja belum di diterapkan di semua tempat,” pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq