MINGGU, 8 JANUARI 2017
LOMBOK — Selain dikenal dan kaya akan potensi keindahan alam, Teluk Awang Desa Mertak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki potensi bawah laut, berupa lobster dan ikan kerapu.
![]() |
| Dua kapal bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan nampak bersandar di Pelabuhan Teluk Awang |
Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam salah satu kesempatan saat memberikan bantuan kepada nelayan mengungkapkan, dari seluruh Provinsi di Indonesia, Teluk Awang Lombok NTB merupakan daerah penghasil lobster terbesar di Indonesia.
Bahkan sekitar 60 hingga 70 persen lobster ilegal yang dikuasai Vietnam sekarang ini berasal dari Lombok.
“Tidak heran hampir sebagian besar nelayan di kawasan Teluk Awang tidak lagi tertarik melaut untuk menangkap ikan, tapi lebih tertarik menangkap lobster,” kata Suhaimi, nelayan Desa Mertak Lombok Tengah kepada Cendana News, Minggu (8/1/2017).
Herman, nelayan lain mengatakan, pilihan sebagian nelayan beralih menangkap lobster bukan tanpa alasan, sebab penghasilan menangkap ikan yang tidak menentu serta cuaca yang seringkali tidak bersahabat seperti musim hujan sekarang.
Sementara kalau menangkap lobster lebih menjanjikan, terutama dari sisi harga yang cukup membantu penghidupan kita sebagai nelayan.
“Tapi semenjak larangan menangkap lobster dilakukan, meski tetap menangkap secara diam – diam, petani seringkali khawatir melakukan penangkapan, takut ditangkap aparat keamanan,”katanya.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi