Bertahun-tahun Atap SDN Parumaan Sikka Bocor, Dinas PPO Diminta Segera Turun Tangan

SELASA, 10 JANUARI 2017

MAUMERE — Sejak beberapa tahun ini, atap  enam ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Parumaan, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, dibiarkan bocor. Setiapkali turun hujan, air pun mengalir melewati plafon atap dan menetes ke dalam ruang kelas. Akibatnya, proses belajar-mengajar siswa terganggu.
Atap seng SDN Parumaan yang sudah berkarat dan bocor.
Selama beberapa tahun ini, para siswa di enam ruang kelas Sekolah Dasar  Negeri Parumaan, terpaksa harus menggeser meja dan kursinya setiap kali turun hujan, akibat atap ruang kelas yang bocor. “Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka kami minta untuk  turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi bangunan, agar bisa segera mengambil tindakan,” ujar Yusnib, Guru Kelas I SDN Parumaan, saat ditemui Senin (9/1/2017).
Menurutnya, kebocoran itu terjadi karena atap seng yang sejak sekolah dibangun kembali usai roboh akibat gempa dan tsunami tahun 1992 hingga sekarang belum pernah diperbaiki. Selain itu, lokasi sekolah yang berada sekitar 50 meter dari bibir pantai ikut mempercepat proses korosi pada seng akibat uap air laut yang mengandung garam.
Rumah Dinas Guru SDN Parumaan..
“Sudah sejak tahun 1993 belum ada pergantian atap, sehingga plafon pun ikut rusak akibat terkena rembesan air hujan,” tuturnya.
Lebih jauh, Yusnib menerangkan, selain persoalan bocornya atap, sekolah tersebut juga mengalami kekurangan bangku dan meja belajar. Setidaknya, di masing-masing kelas, terdapat kekurangan 5-10 meja belajar dan 10 bangku kayu. Akibatnya, pihak sekolah terpaksa menggunakan 1 meja untuk dipakai bersama-sama oleh 2-3 orang murid, sementara untuk bangku meski sudah tidak layak namun tetap digunakan. “Lantai semen di ruang kelas juga banyak yang sudah berlubang dan kami juga kekurangan rumah dinas guru, karena ada guru yang bukan merupakan penduduk Desa Parumaan,” terangnya.
Yusnib, Guru Kelas I SDN Parumaan.
Sementara itu, Sekertaris Desa Parumaan, Muhdir, juga mengatakan hal senada. Ia berharap, rumah dinas guru bisa diperbaiki, karena ada 3 orang guru yang tinggal di Kota Maumere, namun sejak hari Senin hingga Jumat menempati rumah dinas darurat yang berdinding bambu belah dan berlantai tanah. “Kami kasihan melihat guru pendatang yang harus menempati bangunan sederhana yang tidak layak, sehingga kami berharap agar Dinas PPO Sikka bisa membantu mengatasinya,” ungkapnya.
SDN Parumaan memiliki jumlah murid sebanyak 147 orang, dengan jumlah guru sebanyak 11 orang, 5 di antaranya berstatus PNS dan sisanya merupakan guru honorer. Masing-masing ruang kelas terdapat 20- 25 orang murid yang semuanya merupakan warga desa Parumaan.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...