JUMAT, 27 JANUARI 2017
MAUMERE — Sebanyak 135 rumah warga di 9 Rukun Tetangga (RT), Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Maumere dan sekitarnya, Rabu (25/1/2017). Selain memasuki rumah, banjir juga menggenangi pekarangan, Jalan Raya Trans Utara Flores serta merubuhkan beberapa tembok rumah warga dan merusak jalan di perkampungan tersebut.
| Rumah warga di Kelurahan Wolomarang yang terendam banjir. |
Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Muhamad Daeng Bakir, saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (27/1/2017) siang.
Dikatakan Daeng Bakir, berdasarkan data yang dihimpun BPBD Sikka, jumlah rumah yang digenangi air akibat luapan banjir yang berasal dari perbukitan di wilayah Wolomarang itu sebanyak 135 dengan jumlah jiwa 575 orang.
“Kalau tidak diatasi dengan pembangunan drainase yang baik maka kejadian seperti ini akan terus berulang,” ujarnya.
Curah hujan tahun 2017 di Kabupaten Sikka, sebut Daeng Bakir, cukup tinggi. Selain itu juga terjadi angin kencang dan angin puting beliung sehingga menyebabkan bukan saja rumah terendam banjir namun beberapa pohon juga tumbang.
“Kita tetap waspada namun pernyataan soal siaga bencana belum. Sebab ini kan hanya pengaruh musim saja dan tidak banyak rumah yang rusak terbawa banjir serta menelan korban jiwa,” ungkapnya.
Pegawai BPBD Sikka, lanjut mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sikka ini, selalu siaga 24 jam di kantor dan bila ada laporan maupun info dari masyarakat akan segera turun ke lokasi bencana.
Selain itu, beber Daeng Bakir, angin puting beliung juga terjadi di Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae. Sebuah rumah hancur tertimpa pohon asam yang tumbang namun tidak ada korban jiwa.
“Hujan lebat juga mengakibatkan pagar tembok sekolah dasar di Dusun Ratekala Desa Bhera runtuh dan kami sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka,” terangnya.
Daeng Bakir mengimbau agar warga yang sedang berjalan dan mengendarai kendaraan bermotor menghindari pohon besar dan papan reklame serta lebih berhati-hati dan bila tidak ada keperluan sebaiknya tetap berada di dalam rumah.
| Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir. |
Disaksikan Cendana News di lokasi banjir, Jumat (27/1/2017), air masih menggenangi halaman rumah warga dan tembok rumah warga yang runtuh pun masih dibiarkan tergeletak di tanah.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary