2 Jenazah Sudah Diambil Keluarga, 20 Jenazah KM Zahro Express Belum Teridentifikasi

SENIN, 2 JANUARI 2017

JAKARTA — Hingga siang ini, Senin (2/1/2017), sedikitnya masih ada 20 jenazah korban tewas akibat insiden musibah terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express yang masih belum teridentifikasi. Semua jenazah masih berada di Ruangan Instalasi Kedokteran Forensik, Rumah Sakit (RS) Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Meski belum bisa diidentifikasi, namun Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya, berhasil mengenali 20 korban tewas tersebut berdasarkan jenis kelamin. Dari 20 korban yang tewas tersebut,  masing-masing diketahui 17 orang berjenis kelamin wanita dan 3 orang lainnya berjenis kelamin laki-laki.

Kombes Pol. dr. Musyafak (tengah) di RS Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara itu, 2 jenazah lainnya yang juga menjadi korban terbakarnya KM Zahro Express dilaporkan sudah diambil pihak keluarga masing-masing untuk kemudian langsung dimakamkan. Kedua jenazah tersebut tidak mengalami luka bakar, namun meninggal karena tenggelam saat mencoba menyelamatkan diri dengan cara melompat dari KM Zahro Express ke laut. Salah satu penumpang KM Zahro Express yang selamat masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Raden Said Sukanto. Meski selamat dari maut, namun korban tersebut dilaporkan mengalami luka-luka yang serius. Para awak media yang ingin mengetahui kondisi korban yang selamat tersebut, belum diizinkan masuk pihak RS Raden Said Sukanto, karena dilaporkan masih mengalami shok dan trauma.

Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari RS Raden Said Sukanto, Senin siang (2/1/2017) hingga pukul 13:00 WIB, pihak keluarga korban tampak terlihat masih terus berdatangan ke Gedung Sentra Visum dan Medikolegal, RS Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka kebanyakan mencari tahu dan menanyakan nasib keluarga mereka, apakah ikut menjadi korban dalam insiden terbakarnya KM Zahro Express.

Kombes Pol. dr. Musyafak, Wakil Kepala Rumah Sakit Raden Said Sukanto menyatakan, keluarga korban hingga siang ini masih terus berdatangan.

“Kebanyakan mereka membawa data-data primer dan sekunder, misalnya seperti KTP, Kartu Keluarga (KK) dan tanda pengenal lainnya. Hingga saat ini masih ada 20 korban yang masih belum teridentifikasi, namun Tim DVI sudah berhasil menentukan jenis kelamin 20 jenazah tersebut,” katanya kepada wartawan di RS Raden Said Sukanto, Senin siang (2/1/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...