BANDUNG — Pegiat literasi Kota Bandung tumplek di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Sabtu (3/12/2016). Mereka turut meramaikan Festival Indonesia Menggugat ketiga dengan tema Pekan Literasi Kebangsaan, yang digelar sejak tanggal 1 hingga 7 Desember 2016 mendatang.
Berdasarkan pantauan, para pengunjung tampak asik memilih buku-buku yang memang dijajakan para pedagang maupun penerbit di lokasi. Ada pula yang serius menyaksikan film dokumenter yang diputar di salah satu sudut gedung.
Salah satu Panitia Acara, Bilven mengatakan, pada kegiatan ini menghadirkan 20 penerbit alternatif, 20 komunitas literasi dan delapan kedai kopi. Dalam setiap hari selalu ada peluncuran dan bedah buku serta diskusi.
“Misinya tidak muluk-muluk, kita ingin mengumpulkan banyak teman di Bandung yang bergerak di literasi,” ujar Bilven di lokasi.
Menurutnya, Bandung memiliki potensi besar mengenai literasi, mengingat banyaknya komunitas, penerbit, toko buku. Tak hanya itu, para penulis dan sastrawan jempolan pun banyak lahir di Kota Kembang.
“Di acara ini juga kita memperkenalkan teman-teman dari komunitas kopi. Ada delapan komunitas kopi setiap hari giliran mereka membuka kedai dan membagikan kopi gratis,” katanya.
Secara subjektif dia melihat, budaya literasi cenderung terkikis. Padahal era digital ini banyak media yang bisa menunjang kegiatan membaca. Diharapkan dengan adanya acara ini setidaknya bisa meningkatkan budaya literasi yang ada di masyarakat.
“Kalau teman-teman bersemangat kita inginnya kegiatan ini dibikin rutin setiap bulan Desember,” pungkasnya.
Adapun penerbit alternatif yang turut serta di acara ini antara lain, Ultimus, Resist Book, Marjin Kiri, Circa, Komunitas Bambu, Indie Book Corner, Matabangsa, Svantantra, Lawangbuku, katarsisbook, Jaringan Buku Alternatif OAK, Kebul Buku, Hars Distribution, Kenjtapress Ciamis, Banana Publisher, Teras Buku, Lumbung Buku, EA Books dan Langgam Pustaka Tasik.
Untuk komunitas, di antaranya Komunitas Aleut, Kamisan Bandung, Majelis Sastra Bandung, Jakatarub, Perpustakaan Apresiasi, Walhi Jabar, Perpustakaan Jalanan Bandung, Layar Kita, Buruan.co, Kabarkampus, Perpustakaan Zine Bandung, Asian African Reading Club, dll.
Sementara kedai kopi, di antaranya, Garasi Merdesa, Das Kopital, Kaka Café, Kedai Kopi Congress KPRI, Communal, Kedai Preanger, Daily Routine dan The Social Club Coffee.