Sediakan Ruang Baca Bagi Masyarakat, GBLN dan Bekyad Bangun Gubuk Baca ‘Bekyad’

MINGGU, 23 OKTOBER 2016

MALANG — Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) adalah salah satu komunitas di Malang yang di gawangi oleh anak-anak muda yang fokus terhadap dunia pendidikan. Sejak didirikan dua tahun yang lalu tepatnya pada bulan September 2014, komunitas peduli pendidikan ini sudah berhasil mendirikan 10 gubuk baca di beberapa daerah di Malang, salah satunya yaitu Gubuk Baca ‘Bekyad’ yang berada di Dusun Premban, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
“Gubuk baca yang di bangun sejak dua minggu yang lalu ini adalah hasil kolaborasi antara GBLN, Karang Taruna dan Bekyad sendiri yang merupakan sebuah pergerakan berisikan berbagai komunitas dan mahasiswa,” jelas salah satu fonder GBLN dan anggota Bekyad, Andi Ardiansyah, Kamis (23/10/2016). 
Ia juga mengatakan bahwa, gubuk baca yang akan mulai beroperasi hari ini adalah gubuk baca ke sepuluh yang di bangun GBLN dan teman-teman. Gubuk baca sebelumnya yang telah berdiri diantaranya yaitu di daerah Kepanjen, Karangploso, Ranu Pane, Tumpang dan pusatnya berada di daerah Jabung.
“Sebenarnya kita juga sedang membangun gubuk baca di luar Malang yaitu di Nganjuk dan Kediri,” ucapnya.
Sementara itu menurutnya, sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia itu tidak rendah, tapi hanya saja fasilitasnya yang tidak ada.
“Kalau ada orang yang bilang bahwa minat baca masyarakat Indonesia rendah, sebenarnya itu salah. Bukan rendah, tapi karena fasilitasnya tidak ada, buku yang dibaca juga tidak ada,”ujarnya. Buktinya, kalau kita datang membawa buku ke desa-desa, mereka antusias kok membaca buku yang kita bawa, imbuhnya.
Kalau orang kota mau beli atau pinjam buku, mereka dekat dengan toko buku maupun perpustakaan, aksesnya mudah. Tapi kalau masyarakat yang di desa-desa ini, mau pinjam buku tidak ada perpustakaannya. Apalagi mau beli buku harganya pasti mahal, lebih baik uangnya mereka buat beli keperluan yang lain, ungkapnya.
Oleh karena itu, akhirnya kami bergerak dan membangun gubuk-gubuk baca di desa-desa agar masyarakat bisa terus membaca.
“Tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah, kita bisa kok bergerak sendiri untuk menyediakan ruang baca lebih banyak lagi bagi masyarakat,” pungkasnya.


Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...