LAMPUNG — Kebutuhan akan bumbu-bumbu dapur, bahan masakan untuk para kaum ibu rumah tangga (IRT) terutama yang akan memasak untuk keperluan besar masih mengandalkan jasa penggilingan bumbu dan keperluan dapur lainnya. Salah satu pemilik usaha jasa penggilingan bumbu di Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Samsul (34) mengaku menekuni usaha tersebut sejak lulus SMA dengan menggiling keperluan bumbu dapur diantaranya jahe, kunyit, kelapa, beras, kopi, serta berbagai keperluan IRT yang tak mau direpotkan dalam penyiapan bahan baku untuk memasak. Samsul bahkan mengaku kerap menjadi rujukan bagi IRT yang tak sempat memarut kelapa atau membuat tepung beras karena keterbatasan waktu dan memerlukan bahan dalam jumlah cukup banyak sehingga mengandalkan mesin giling elektrik.
Samsul mengaku dengan sebanyak empat unit alat penggilingan kelapa, kopi, tepung beras, bumbu dapur dirinya setiap hari tak pernah sepi pesanan. Sebagian pemesan diantaranya kaum IRT dan juga pemilik rumah makan sederhana hingga restoran yang memerlukan bumbu dalam jumlah banyak dan tidak sempat mengolahnya. Penggunaan alat giling dengan listrik yang dioperasikan Samsul diakuinya mampu menggiling berbagai keperluan bumbu dapur dan kebutuhan lain dalam waktu singkat dan mendapatkan hasil yang cukup bagus. Berbekal alat alat giling yang dibelinya dengan kisaran harga satu hingga tiga juta rupiah, dirinya menekuni usaha penggilingan yang sekaligus menjadi sumber nafkah bagi keluarganya tersebut.
“Sebetulnya terinspirasi dari ayah dan paman yang lebih dahulu memiliki usaha saling berhubungan, ayah menjual daging ayam dan daging sapi sementara paman memiliki usaha penggilingan daging untuk pembuatan bahan bakso ayam, ikan dan juga untuk pembuatan mpek mpek, somai, sosis ayam,”ungkap Samsul saat ditemui Cendana News di tempat usaha penggilingan miliknya, Sabtu (29/10/2016).
Berbekal pengalaman dari membantu paman, ia mulai memberanikan diri membeli alat penggilingan tepung beras dengan harga Rp1,3juta selanjutnya mulai beroperasi. Modal selanjutnya ditambah dengan membeli alat penggiling bumbu dan kopi dengan harga dua hingga tiga juta rupiah, sehingga akhirnya usaha yang dirintisnya lengkap memiliki alat penggiling kopi, pemarut kelapa, penghalus bumbu dan penepung beras. Konsumen yang cukup banyak dan menjadi langganan menurutnya adalah beberapa toko, warung makan dan restoran serta usaha katering makanan dalam penyiapan bumbu dalam jumlah banyak. Khusus untuk toko ia mengakui banyak menggiling kopi jenis robusta yang rata rata mencapai 100 kilogram. Sebanyak 100 kilogram kopi siap digiling mampu diselesaikannya selama tiga jam dan berubah menjadi bubuk kopi yang dijual dengan harga Rp.40ribu per kilogram.
Sementara khusus konsumen IRT rata rata membeli kelapa parut untuk membuat santan kebutuhan masak. Lokasi yang berada dekat pasar tradisional Belambangan memudahkannya menggaet konsumen karena sebagian IRT belanja di pasar dan hendak memasak tinggal membeli bumbu masak sehingga tidak perlu menghabiskan waktu mengolah bumbu sesampainya di rumah. Omzet sekitar 400 hingga 500 ribu rupiah, diakuinya bisa diperoleh dari para konsumen yang sebagian besar IRT yang menjadikan jasa penggilingan miliknya sebagai rujukan. Selain tidak ada saingan, mesin giling yang lengkap membuat usahanya banyak menjadi pilihan.
Kesibukan penggilingan yang dialaminya akan semakin terasa saat musim masyarakat melangsungkan hajatan untuk hari hari istimewa diantaranya acara pernikahan, khitanan, syukuran atau hari hari besar keagamaan. Dalam sehari dirinya mengaku bisa memperoleh omzet sekitar Rp.1juta jika banyak hajatan karena sebagian saiful hajat akan menggiling bumbu dan kebutuhan lain dalam jumlah banyak untuk bumbu ikan, daging. Sementara untuk penggilingan beras dilakukan untuk tepung bahan pembuatan kue. Ia terkadang kewalahan dan terpaksa mempekerjakan beberapa tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar kiosnya.
“Ini banyak tukang ojek yang mangkal di sini, saat ramai pekerjaan menggiling merekalah yang saya minta membantu dan saya beri upah selayaknya mereka narik pelanggan ojek terutama saat permintaan menggiling sangat banyak,”terang Samsul.
Sebagian besar konsumen untuk menggunakan jasa penggilingan sudah membawa bahan dari rumah diantaranya kunyit, kelapa. Meski demikian ia juga mengaku menyiapkan butiran kelapa yang akan diberli sekaligus diparutnya. Kelapa yang dijualnya dan selesai di parut dijualnya dengan harga Rp.3.000 per butir. Sementara upah untuk penggilingan bumbu lainnya dipatok dengan kisaran 2.000 hingga 4.000 per kilogram. Meski terbilang usaha yang sederhana ia mengaku terus menekuni usaha tersebut untuk membantu para ibu rumah tangga untuk menyiapkan masakan bagi keluarganya. Selain itu ia berencana menambah alat giling lain yang dibutuhkan masyarakat diantaranya untuk penggilingan kopi coklat dan hasil hasil pertanian lainnya.