LOMBOK — Dari dua jenis lobster yang banyak ditangkap dan diperjualbelikan antara nelayan dengan para pengepul, lobster jenis Mutiara paling banyak jadi buruan nelayan untuk ditangkap, karena harga yang lebih mahal, dibandingkan lobster jenis pasir.
“Jenis lobster Mutiara paling banyak jadi buruan nelayan, karena harganya mahal dibandingkan lobster jenis pasir” kata Sahrul, nelayan Desa Selong Belanak di Lombok Tengah, Sabtu (29/10/2016).
Sahrul mengatakan, satu biji lobster sekarang harganya bisa mencapai 50 sampai 100 ribu, kalau dibandingkan lobster jenis pasir yang perbijinya hanya dihargakan 15 sampai 30ribu perbiji.
Tidak heran lobster jenis Mtiara oleh nelayan menjadi buruan dibandingkan lobster pasir, termasuk juga para pengepul untuk dijual dan dikirim ke Batam, selanjutnya dijual ke China, Jepang maupun Singapura.
“Tapi seiring semakin banyaknya nelayan yang menangkap lobster, pendapatan kita jadi lebih sedikit, karenaharus bersaing dengan nelayan lain” katanya.
Ditambahkan, pengepul umumnya juga langsung datang ke pinggir pantai dan membeli langsung lobster hasil tangkapan nelayan, sehingga kita tidak perlu repot mencari pembeli.