MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016
SINTANG — Sejumlah ibu rumah tangga di perbatasan RI-Malaysia di Dusun Sungai Kelik, Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyerahkan senjata api. Itu dilakukan atas suka rela atau tanpa paksaan. Mengingat, memiliki dan menyimpan senjata api tidak perbolehkan Undang-Undang.

“Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Malaysia Batalyon Infanteri (Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif) 312/ Kala Hitam menerima enam belas pucuk senjata api dari masyarakat perbatasan,”sebut Pasi Intel, Kapten Infanteri Wiwin Hariandra mewakili Komandan Satgas Yonif 312/Kala Hitam.
Dijelaskan, penyerahan senjata api dilakukan oleh masyarakat diberbagai pos satuan jajaran Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam dengan suka rela tanpa adanya paksaan.
“Ini merupakan semakin meningkatnya kesadaran hukum warga perbatasan RI-Malaysia,” ujarnya, Minggu, 18 September 2016.
Disebutkan, dari Satgas Pamtas selalu memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang bahayanya kepemilikan senjata api. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami dan menghindari penggunaan senjata api secara illegal yang bisa merugikan jiwa baik diri sendiri maupun orang lain.
“Komunikasi sosial yang dilakukan oleh prajurit Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam diterima oleh masyarakat. Ini terbukti semakin hari semakin banyak masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api kepada Satgas Pamtas,” ucapnya.

Diungkapkan, patut perlu menjadikan contoh adalah sejumlah ibu rumah tangga, Nurdian (39) warga Dusun Sungai Kelik Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang dengan sukarela menyerahkan senjata api jenis penabur/patah kepada Kopda Abdullah anggota Pos Sungai Kelik yang sedang melaksanakan anjangsana di rumah warga lain bernama Daniel.
“Juga patut menjadi contoh juga seorang perempuan Ellin (28) pekerjaan Kades Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu bersama ibu rumah tangga dan warga masyarakat Merakai panjang yang lain menyerahkan 14 pucuk senpi ke pos Merakai Panjang”, ujarnya.
[Aceng Mukaram]