Volume Sampah Kapal dan Pelabuhan Meningkat 50 Persen Selama Arus Mudik

KAMIS, 7 JULI 2016

LAMPUNG — Petugas unit kebersihan kapal, petugas kebersihan area pelabuhan Bakauheni mencatat kenaikan volume sampah dalam arus mudik libur lebaran. Peningkatan volume sampah tersebut menurut salah satu petugas kebersihan dari PT Khalifah, Ahmad (30) terutama pada beberapa kotak sampah area parkir dermaga mulai dermaga 1 hingga dermaga 6.
Sampah yang dibersihkan oleh petugas kebersihan PT Khalifah selaku pihak ketiga dalam proses kebersihan di pelabuhan Bakauheni diantaranya kertas, plastik serta sampah dari penumpang kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kenaikan volume sampah mencapai 50 persen dari rata-rata total sampah yang dibuang setiap harinya 2-3 ton di TPA Dusun Gubuk Seng Kecamatan Bakauheni. Saat arus mudik lebaran tahun 2016 (1437 H) setiap kendaraan truk pembawa sampah bahkan mengangkut sampah lebih sering dengan volume sampah lebih banyak dari hari biasa sebelum arus liburan. 
Semula kantong plastik dari area pelabuhan Bakauheni dalam sehari menurutnya mencapai 100 kantong besar kini bisa bertambah menjadi 300 kantong dalam sehari. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat saat arus balik ketika jumlah kendaraan di area kantong parkir pelabuhan bertambah.
“Sebanyak sepuluh petugas belum termasuk petugas pengangkut menggunakan kendaraan bekerja setiap harinya dan volume sampah diperkirakan akan meningkat selama arus balik yang berlangsung mulai hari ini hingga akhir pekan besok,”terang Ahmad saat ditemui di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni, Kamis (7/7/2016).
Prediksi tersebut menurutnya berdasarkan pengalaman penanganan sampah tahun sebelumnya yang banyak didominasi berasal dari sampah penumpang yang akan naik ke atas kapal dari kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Sampah tersebut sebagian besar dibuang sembarangan oleh pengendara akibat kotak sampah yang berjauhan dengan lokasi pengendara di area kantong parkir. Antisipasi penumpang membuang sampah sembarangan petugas telah menambah kotak sampah di sejumlah area dermaga, gangway, loby penumpang untuk menghindari penumpang membuang sampah sembarangan.
Ahmad menambahkan pemisahan kotak sampah jenis sampah basah dan kering telah dilakukan oleh petugas untuk memudahkan pengangkutan menggunakan kantong plastik. Meski demikian kesadaran minim untuk membuang sampah pada tempatnya membuat sampah berserakan sehingga dikerahkan petugas kebersihan untuk menyapu setelah kendaraan naik ke kapal dari area parkir dermaga.
Selain sampah dari darat volume sampah di setiap kapal roll on roll off (Roro) yang dibuang menunjukkan peningkatan selama arus mudik lebaran. Salah satu petugas kebersihan khusus untuk kapal, Simamora, mengakui rata rata sampah yang diambil dari seluruh kapal mencapai 2-3 ton sehari dalam hari biasa namun saat arus mudik mencapai 5-6 ton perhari.
Dua unit truk yang disiapkan selama arus mudik bahkan sempat kewalahan meski sudah disiapkan kendaraan khusus milik Gapasdap Bakauheni jenis L 300. Peningkatan volume sampah tersebut rata rata merupakan sampah dari penumpang kapal yang dikumpulkan petugas kebersihan kapal dalam kantong kantong plastik besar yang akan dikeluarkan dari buritan kapal dan diangkut ke TPA Gubuk Seng.
Berbeda dengan kebersihan di area pelabuhan Bakauheni yang ditangani oleh PT Khalifah, kebersihan sampah di kapal ditenderkan kepada pihak ketiga yang menyiapkan kendaraan sampah khusus untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sebagian sampah merupakan sampah bungkus makanan yang dibeli penumpang di atas kapal.
Berkah Para Pemulung Sampah
Meningkatnya volume sampah dari area pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan puluhan kapal yang bersandar setiap harinya, total 28 kapal Roro rupanya menjadi berkah bagi pemulung sampah di TPA Gubuk Seng. Belasan pemulung yang sehari hari bekerja memulung sampah bahkan telah menunggu setiap truk yang membongkar sampah dalam wadah karung karung plastik berwarna hitam.
Made, warga Sidoluhur yang bekerja mengais sampah di TPA Gubuk Seng mengakui selama arus mudik lebaran jumlah sampah plastik meningkat terutama sampah botol dan juga kardus. Sementara jumlah makanan sisa dan sayuran lebih menurun akibat arus mudik masih memasuki bulan Ramadhan.
“Sampah makanan berupa nasi, sayuran selama ini kami ambil untuk makanan ternak babi peliharaan kami tapi selama arus mudik justru banyak sampah plastik,”terangnya.
Sebagian besar sampah yang diperolehnya berupa plastik, botol, kertas selanjutnya dikumpulkan dalam wadah wadah besar sebelum akhirnya dikirimkan ke pengepul sampah yang akan dijual berdasarkan jenis sampah. Dalam sehari bersama puluhan pemulung lain rata rata berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah dan lebih banyak selama arus mudik.
Made mengakui sudah terbiasa dengan aroma busuk yang selama ini menyengat hidungnya sebab sampah sampah tersebut memberinya penghasilan rata rata sekitar Rp50ribu-Rp100ribu perhari jika dijual sepekan sekali saat sampah plastik layak jual telah dibeli pengepul. Berkah meningkatnya volume sampah pelabuhan dan kapal tersebut diakui Made dan kawan kawannya masih akan diperoleh hingga arus balik lebaran yang akan berlangsung sampai H plus delapan. Arus balik tersebut akan semakin menambah jumlah volume sampah yang dibuang oleh calon penumpang kapal.
[Henk Widi]
Lihat juga...