Tradisi Prepekan Pasar Jelang Lebaran di Kota Malang

SENIN, 4 JULI 2016

MALANG — Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang pastinya sudah di tunggu-tunggu setiap umat Muslim di seluruh dunia terutama di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak. 
Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut datangnya hari spesial tersebut, bahkan tak jarang tradisi-tradisi unik yang mungkin tidak di jumpai di negara lain turut menyertainya. Diantaranya tradisi mudik, menyiapkan pakaian baru, menyediakan kue dan panganan istimewa untuk menyambut tamu maupun keluarga yang datang.
Namun, selain itu semua ternyata masih ada tradisi unik lainnya yang banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia yaitu tradisi ‘Prepekan’ pasar. Tradisi ini biasa dilakukan tiga hari (H-3) menjelang lebaran seperti yang terlihat di pasar Blimbing kota Malang.
Jika pada hari biasanya aktivitas jual beli di pasar Blimbing hanya ramai pada pagi hari. Dengan adanya tradisi Prepekan, suasana ramai aktivitas jual beli justru berlangsung hingga siang hari. Dalam tradisi ini, masyarakat datang ke pasar membeli kebutuhan rumah tangga untuk keperluan beberapa hari kedepan selama lebaran terutama bahan makanan.
“Kalau lebaran kan pasar banyak yang tutup, jadi ya mau gak mau bahan-bahan untuk di masak harus di beli sekarang sebelum lebaran. Makanya beberapa hari menjelang lebaran, suasana pasar pasti lebih ramai  daripada biasanys, banyak orang-orang yang berbelanja persiapan untuk lebaran,”jelas Retno, salah satu satu pembeli di pasar Blimbing.
Ima, pembeli yang lainnya mengaku sudah membeli ayam dan parutan kelapa (santan) untuk di buat opor ayam saat lebaran.
“Saya sudah beli ayam dan santan untuk persiapan masak opor waktu lebaran,”ujarnya.
Sementar itu, dari pantauan Cendana News, suasana pasar Blimbing hingga pukul 13.00 WIB masih terlihat ramai oleh aktivitas jual beli. Tidak hanya di pasar Blimbing, kondisi yang sama juga terlihat di beberapa pasar lainnya di Malang.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...