Tradisi Kosar, Kebiasaan Masyarakat Bersihkan Kuburan Leluhur Jelang Lebaran

SENIN, 4 JULI 2016

SUMENEP — Kebiasaaan masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membersihkan kuburan para leluhurnya atau dalam bahasa Madura ‘Tradisi Kosar’ rupanya hingga kini masih tetap dilestarikan. Setiap menjelang hari raya Idul Fitri mereka berbondong-bondong membersihkan kuburan yang dipenuhi kotoran dan rumput.
Tradisi Kosar merupakan kebiasaan yang merupakan peninggalan nenek moyang terdahulu, sehingga hingga sekarang tetap saja dilakukan oleh kebanyakan masyarakat yang ada di ujung timur Pulau Madura. Sehingga kebiasaan membersihkan kuburan para leluhurnya di saat menjelang lebaran tetap bertahan dan tidak mudah terkikis oleh perkembangan zaman.
“Tradisi Kosar ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat dalam setiap menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya para keluarga dan sanak famili itu membersihkan kuburan para leluhurnya. Hal itu memang sudah peninggalan nenek moyang yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat,” kata Moh. Wildan (27) salah seorang warga Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Senin (4/7/2016).
Disebutkan, bahwa kebiasaan membersihkan kuburan para leluhur tidak akan mudah terkikis dengan majunya perkembangan zaman, karena hal itu merupakan sebuah penghargaan terhadap para leluhur tersebut. Sehingga apabila mereka tidak pernah melaksankan itu dinilai kurang menghargai terhadap para leluhurnya yang telah banyak meninggalkan berbagai warisan.
“Selain menghormati para leluhur, membersihkan kuburan tersebut juga akan dapat mempermudah para keluarga yang datang untuk berziarah. Karena di sekililing areal kuburan sudah bersih, sehingga mereka yang datang akan merasa nyaman,” jelasnya.
Kebiasan membersihkan kuburan (Tradisi Kosar) para leluhur menjelang lebaran hampir dilakukan oleh seluruh masyarakat yang ada di daerah ini, sehingga di setiap desa kebanyakan warga masih tetap melestarikan tradisi yang menjadi kebanggaan dari peninggalan nenek moyang. Sebab dengan tradisi itu juga akan dapat mempererat tali silaturrahmi bersama keluarganya maupun tetangga.
“Kalau sedang membersihkan kuburan biasanya bukan hanya bersama keluarga saja, tetapi tetangga juga banyak, sehingga tali persaudaraan tetap kuat dan terjaga. Apalagi nanti kalau lebaran pasti bersama-sama datang berziarah,” terangnya.
Pada saat memebersihkan kuburan, biasanya warga tidak hanya menyiang rumput atau tumbuhan lain yang mengganggu, tetapi mereka juga melakukan pengecatan terhadap makam yang warna mulai kusam. Sehingga pada saat menjelang lebaran biasa diperbarui dengan cat ulang agar terlihat seperti yang baru.
[M. Fahrul]
Lihat juga...