JUMAT, 15 JULI 2016
MATARAM — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) nilai ekspor Provinsi NTB mengalami kenaikan sebesar 256.450.298 US$, nilai tersebut meningkat 242,94 persen. Dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan nilai ekspor Provinsi NTB bulan sebelumnya yang hanya mencapai 74.781.018, nilai ekspor selama bulan Juni 2016 jauh lebih tinggi” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adi Madri di Mataram, Jum’at (15/7/2016).
Menurut Wahyudin peningkatan tersebut disebabkan karena meningkatnya nilai ekspor barang tambang atau galian non migas yang memiliki kontribusi ekspor sangat dominan.
Untuk barang tambang atau galian non migas sendiri nilainya mencapai 99,88 persen, perhiasan atau permata senilai 0,08 persen, perabot, penerangan rumah senilai 0,02 persen, selebihnya adalah produk keramik, jerami, bahan anyaman, buah-buahan dan lain-lain.
“Untuk impor sendiri Provinsi NTB selama bulan Juni menurun sebesar 20,20 persen dibandingkan bulan Mei 2016 sebesar 10.919.375, dengan negara asal impor terbesar. Pada bulan Juni adalah Cina 49,71 persen, Australia 33,00 persen dan Singapura 11,54 persen”.
Untuk jenis barang paling banyak diimpor adalah mesin-mesin pesawat mekanik senilai 39,16 persen, sementara benda-benda dari besi dan baja senilai 24,60 persen serta mesin peralatan listrik senilai 13,32 persen.(Turmuzi)