LAMPUNG — Arus mudik yang terus menunjukkan kenaikan melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung pada puncak arus mudik H minus tiga lebaran Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah, Minggu (3/6) didominasi kendaraan roda dua dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Ribuan kendaraan roda dua tersebut sebagian besar merupakan rombongan anggota keluarga yang pulang secara berombongan dan melakukan konvoi dari Pulau Jawa menuju sejumlah wilayah di Sumatera.
Padatnya arus pemudik kendaraan bermotor yang turun dari kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda membuat ratusan personil Polda Lampung melakukan pengawalan di depan pintu kapal dan pintu keluar pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mendampingi Wadirlantas Polda Lampung AKBP Heri Setiawan menyebutkan, pengamanan dilakukan selama arus mudik dari H-7 hingga H-2 sebelum lebaran disaat pemudik pengguna kendaraan bermotor terus meningkat.
“Berdasarkan pantauan posko mudik peningkatan arus mudik pengguna kendaraan bermotor sudah terjadi menjelang H minus tiga lebaran,”sebutnya di lokasi, Minggu (3/7/2016).
Pengawalan tersebut dilakukan mulai dari pintu keluar kapal hingga pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Tekhnisnya anggota polisi dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni akan memantau kapal Roll on Roll Off (Roro) yang baru sandar di Pelabuhan Bakauheni Lampung dari Pelabuhan Merak Banten sehingga terpantau kapal pengangkut kendaraan roda dua yang memuat kendaraan roda dua dari Pelabuhan Merak.
“Kita menunggu kapal yang baru sandar terutama yang sebagian besar memuat kendaraan roda dua kemudian kita akan kumpulkan di pintu keluar lalu akan kita kawal menggunakan kendaraan patwall polisi hingga para pemudik menyebar ke sejumlah tujuan di wilayah Lampung dan pengawalan dilakukan secara estafet,”ungkap Adi Ferdian Saputra saat dikonfirmasi Cendana News di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni.
Pengawalan terhadap ratusan pemudik menggunakan kendaraan bermotor tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, kebut kebutan di jalan serta agar para pemudik lebih tertib karena dipandu serta dikawal oleh anggota polisi. Lebih lebih lagi sebagian besar pemudik pengguna kendaraan roda dua membawa serta keluarga dan barang bawaan cukup banyak.
Menurut Adi Ferdian, sebagian besar pemudik memilih perjalanan dari Pulau Jawa pada malam hari dan sampai di Pulau Sumatera pada pagi hari sehingga kecenderungan tersebut berakibat pemudik datang secara bersamaan. Pengawalan dilakukan secara estafet tergantung kebutuhan para pemudik.
“Sebagian pemudik ada yang pulang di wilayah Lampung Selatan, Kalianda serta wilayah lain kecuali rombongan konvoi yang memang satu rombongan bisa sampai ke kabupaten lain,”ujar Adi.
Jika pengawalan dirasa cukup akan dilakukan secara estafet dan diteruskan oleh anggota polantas yang berjaga di pos pengamanan di beberapa titik kemudian dilanjutkan.
Pengawalan tersebut diharapkan Adi Ferdian bisa memberi kenyamanan kepada para pemudik hingga sampai di tempat tujuan. Berdasarkan pantauan ratusan kendaraan roda dua pemudik sebagian besar membawa keluarga dan barang yang cukup banyak saat melakukan mudik.
Selain melakukan pengawalan anggota polisi dari Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan membagikan peta jalur mudik diantaranya jalur alternatif bagi pemudik agar bisa sampai ke wilayah tujuan dengan aman dan nyaman.