Perjuangan Mudik Warga Pulau Gili Raja Saat Menjelang Lebaran

JUMAT, 1 JULI 2016

SUMENEP — Belum adanya fasilitas kapal menuju Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat masyarakat yang ingin mudik ke kampung halamannya membutuhkan perjuangan. Dengan kondisi air laut yang sedang surut mereka yang pulang dari perantauan harus basah kuyub berjalan menuju perahu kecil (Sampan) untuk diantarkan ke perahu angkutan penumpang yang ada di tengah laut.
Hal itu memang seringkali terjadi setaip tahun saat mudik lebaran, sehingga masyarakat yang merantau ke luara daerah kemudian ingin pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan seluruh keluarganya tidak semudah warga yang tinggal di wilayah daratan. Karena dengan perjalanan yang harus menempuh jalur dengan perahu kayu tidak semudah membalik telapak tangan, itupun harus berperang melawan tingginya gelombang serta angin kencang di momentum mudik lebaran.
“Jadi kita untuk sampai ke perahu yang biasa mengangkut penumpang harus nyemplung ke air laut, karena setiap mudik lebaran kebetulan air sedang surut. Sehingga perahu tersebut tidak bisa di tambatkan pelabuhan rakyat, makanya kami setiap ingin mudik rasanya tidak semudah seperti masyarakat yang tinggal di daratan,” kata Sutinah (35) salah warga Pulau Gili Raja yang bekerja di Kota Surabaya, Jumat (1/7/2016).
Disebutkan, bahwa meski dirinya sudah sering naik perahu ketika pulang ke kampung halamnannya, namun tetap saja merasa khawatir. Sebab perjalanan laut tidak seperti perjalanan di darat, terkadang ketika tiba di tengah perjalanan gelombang dan angin kencang secara spontan datang, sehingga para penumpang merasa ketakutan, apalagi sedang bersama anaknya yang masih kecil.
“Kadang kan cuaca tidak menentu, saat berang dari pelabuhan gelombang dan angin sedang landai, tetapi ketika sudah di tengah laut tiba-tiba kencang. Jadi jadi orang pulau memang sangat susah ketika ingin pulang ke kampung halaman, apalagi alat transpotasi yang tersedia tidak memadai,” jelasnya.
Sedangkan perjalanan menuju pulau masih membutuhkan waktu kurang lebih satu jam, itupun ketika kondisi cuaca sedang normal, namun ketika kondisi sedang tidak memungkinkan terkadang perjalanan harus ditempuh dengan waktu sekitar satu jam setengah.
[M. Fahrul]
Lihat juga...