Pemahaman Agama yang Dangkal dan Kesenjangan Sosial Dinilai Jadi Pemicu Tindakan Radikalisme

KAMIS, 21 JULI 2016

MATARAM — Munculnya aksi dan tindakan radikalisme di tengah masyarakat, selain disebabkan karena pemahaman agama yang dangkal, juga disebabkan karena masih terjadinya kesenjangan sosial di tengah masyarakat, terutama masalah ekonomi.

“Karena itu, untuk menangkal radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat, selain melalui pesan perdamaian yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat, juga harus disertai perhatian terhadap kehidupan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (21/7/2016).
Untuk itulah, seluruh unsur harus mampu membangun tatanan ekonomi yang baik serta menciptakan demokrasi yang utuh, dengan demikian akan mampu melahirkan pemimpin yang peduli pada pembangunan, sehingga tidak ada lagi ruang bagi beberapa pihak untuk mengacaukan keadaan.
Pemerintah daerah beserta seluruh unsur akan berupaya menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan dijalankan. Upaya persuasif juga harus terus dibangun dan digalakkan sebagai salah satu solusi.
“Mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menolak dan menutup akses yang berorientasi pada paham dan aksi terorisme, siap turut serta dalam pencegahan segala paham dan aksi radikalisme di di berbagai daerah terutan di Kabupaten dan Kota Bima yang selama ini banyak menjadi sorotan” terangnya.
Ditambahkan, faham radikalisme dan terorisme harus disingkirkan. Namun untuk memerangi paham semacam itu sangat dibutuhkan kerja sama semua elemen. Terutama masyarakat harus bantu satu sama lain untuk mencapai keamanan, kemakmuran dan kebersamaan. (Turmuzi)
Lihat juga...