RABU, 6 JULI 2016
SOLO — Nur Rohman, yang diduga kuat merupakan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, cukup mengagetkan warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, Nur Rohman ini pernah menjabat sebagai Ketua RT, sebelum mengundurkan diri dan menghilang pasca aksi bom di Sarinah, Thmarin, Jakarta beberapa waktu lalu.

Rumah Nur Rohman sendiri berada di RT 02, RW 12, Kampung Sangkrah, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Rumah Nur Rohman hanya berukuran kecil dari kayu yang berada di gang sempit di tengah pemukiman padat penduduk, yang posisinya persis di pinggir tanggul Sungai Bengawan Solo.
“Memang benar ia (Nur Rohman) merupakan warga Sangkrah. Tapi saya tidak menyangka jika Nur Rohman yang pernah menjadi Ketua RT itu terlibat dalam jaringan teroris. Bahkan sampai nekad menjadi pelaku bom bunuh diri,” ujar Lurah Sangkah, Singgih, kepada awak media, Selasa siang (5/7/16).

Selama menjadi Ketua RT, imbuh Singgih, Nur Rohman merupakan seorang pribadi yang baik, dan suka bersosialisasi. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada diri Nur Rohman selama ini. “Orangnya juga suka bermasyarakat, saat kerja bakti juga ikut,” imbuhnya.
Hal serupa juga disampaikan, Asmuni, tetangga Nur Rohman. Sebelum ada aksi bom bunuuh diri di Mapolresta Solo, Nur Rohman dikenal sebagai penjual siomay kelling kampung. Ia juga dikenal bermasyarakat dan tidak menutup diri. “Kalau orangnya baik. Ia juga mudah bergaul. Tapi Nur Rohman lama tidak terlihat di rumah sejak ada kejadian di Jakarta,” tambahnya.
Jejak Nur Rohman diketahui hilang paska terjadinya bom di Sarinah, Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. Pasca bom bunuh diri di Mapolresta Solo, seluruh penghuni rumah, baik istri dan anak Nur Rahman diamankan petugas kepolisian di Mapolresta Solo. Istri dan anak Nur Rohman rencananya akan dilakukan test DNA dengan Nur Rohman untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri di Solo tersebut. (Harun Alrosid)