Kapolri : Pelaku Bom Solo Masuk Jaringan Abu Musaf

RABU, 6 JULI 2016

SOLO — Kapolri Jendral Badrotin Haiti langsung memantau kondisi Solo, pasca aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, yang terjadi Selasa pagi (5/7/16). Dalam pernyataan pers yang digelar di Aula Mapolresta Solo, Kapolri menyatakan jika pelaku aksi teror tepat sebelum Lebaran ini diduga bernama Nur Rohman. Pelaku merupakan warga Sangkrah, Kecamatan pasar Kliwon, Solo, yang masuk dalam jaringan teroris kelompok Abu Musaf. 

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku di duga bernama Nur Rohman, Warga Solo. Pelaku merupakan kelompok teroris jaringan Abu Musaf,” papar Kapolri dalam pernyataan sikapnya. 
Kapolri menjelaskan, jika aksi bom bunuh diri yang terjadi di Solo merupakan serentetan aksi teror yang terjadi di sejumlah Kota di Indonesia. Nur Rohman yang masuk daftar pencarian orang (DPO) masuk dalam jaringan kelombok teroris Abu Musaf. Pelaku bom bunuh diri di Maplresta Solo ini kuat dugaan juga berhubungan dengan penangkapan terduga teroris di Surabaya, beberapa pekan lalu. 
‘Pelaku ini juga berhubungan dengan  penangkapan-pengkapan pelaku teroris di  Bekasi pada awal 2016 lalu.  Saat itu ada 3 orang yang ditangkap, yakni selain Abu Musaf, ada  Andika dan ada Ali. Dalam penangkapan di Bekasi itu, Nur Rohman diketahui berhasil melarikan diri dengan membawa tiga bom,” terang Kapolri. 
Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan berapa bom yang diledakkan saat di Mapolresta Solo, Selasa pagi tersebut. Nur Rohman, tegas Kapolri juga berkaitan dengan jaringan tujuh teroris yang baru sepekan terakhir di tangkap di Surabaya. “Ada berapa bom yang telah diledakkan ini yang kita belum tau. Jika ada satu yang telah diledakkan, atau dua,  sisanya juga belum diketahui, dan masih dalam penyelidikan,”  jelasnya. 
Menurut Kapolri, aksi teror Solo ini juga ada kaitannya dengan penangkapan tujuh terduga teroris di Surabaya, sepekan terakhir. Tujuh terduga teroris yang ditangkap di Surabaya tersebut juga masuk jaringan Abu Musaf yang berafiliasi dengan jaringan ISIS.  
Dugaan Nur Rohman masuk dalam jaringan Abu Musaf ini dilihat dari target sasaran kelompok tersebut. Selama ini, kelompok Abu Musaf menentukan target sasaran operasinya adalah kepolisian, yakni tempat atau lokasi yang digunakan oleh petugas kepolisian. Ini dikuatkan dengan sejumlah lokasi yang dijadikan target sasaran Abu Musaf. 
“Sasaran Abu Musaf ini adalah institusi Polri, yakni tempat-tempat kepolisian seperti di Mapolresta Solo. Sasaran ini sama dengan target pada pergantian Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Mako Brimop, seperti yang telah masuk dalam daftar list sasaran mereka,” tandas Kapolri. (Harun Alrosid)
Lihat juga...