SENIN, 4 JULI 2016
YOGYAKARTA — Komunitas Tugu Yogyakarta membuka Posko Jogobaran di barat simpang empat Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta. Mereka membagi-bagikan peta wilayah Kota Yogyakarta kepada para pemudik dari luar daerah. Peta yang dibagikan gratis itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat Yogyakarta. kepada para pendatang.
![]() |
| Suherkitanto membagikan peta gratis kepada pemudik |
Selain membagi-bagikan peta kepada para pemudik, Posko Jogobaran yang akan beroperasi hingga 9 Juli 2016 nanti juga memasang peta wilayah Kota Yogyakarta dalam ukuran besar di dinding posko. Warga luar daerah yang kesulitan mendapatkan arah tujuannya, bisa berhenti sejenak untuk melihat peta besar itu, dan mendapat peta yang sama dalam bentuk buku saku.
Koordinator Lapangan Posko Jogobaran, Suherkitanto, ditemui Senin (4/7/2016) menjelaskan, posko tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat Yogyakarta, khususnya warga yang tergabung dalam Komunitas Tugu Yogyakarta kepada para pemudik dari luar daerah. Tak hanya membagikan peta gratis, Posko Jogobaran juga turut memantau situasi jalan raya, dan menginformasikan kepada para pengguna jalan. Aksi tersebut dilakukan guna membantu petugas kepolisian dan instansi terkait lainnya dalam menciptakan kelancaran arus mudik.
![]() |
| Posko Jogobaran |
Sementara itu, ratusan peta gratis yang dibagikan merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Dalam peta itu, kata Suherkitanto, pemudik bisa lebih mudah mencari alamat tujuan, tempat singgah dan tempat-tempat kuliner yang sekiranya dibutuhkan. Kendati saat ini hampir sebagian besar masyarakat telah menggunakan alat digital dan teknologi komunikasi seperti telepon pintar yang bisa difungsikan sebagai peta dan pencari lokasi, namun menurut Suherkitanto, peta dalam bentuk manual ternyata masih diperlukan.
Posko Jogobaran merupakan inisiatif Pemerintah Desa setempat, dalam hal ini Kecamatan Jetis, Kepolisian Sektor Jetis dan Komando Rayon Militer Jetis, didukung Dinhub Kota Yogyakarta. Sejak 2007, Posko Jogobaran selalu didirikan guna mendukung semua pihak dalam menciptakan situasi kondusif dan kelancaran arus mudik lebaran. Sementara itu, hingga hari minus dua lebaran ini, suasana arus jalan raya di sejumlah titik di Kota Yogyakarta masih terpantau ramai lancar. “Hingga siang ini belum ada kemacetan jalan yang dilaporkan”, pungkas Suherkitanto. (koko)
