SENIN, 4 JULI 2016
LOMBOK TENGAH — Dua hari jelang lebran harga pergerakan sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Lombok terus mengalami peningkatan, mulai dari bawang merah yang sebelumnya 30 ribu perkilo, naik menjadi 35 ribu perkilo.

Daging ayam, sebelumnya 35 ribu, naik menjadi 40 ribu, cabai sebelumnya 12 ribu, naik menjadi 15 ribu. Kenaikan sama juga terjadi pada tomat, kalau sebelumnya hanya 12 ribu, naik tajam menjadi 20 ribu.
Surti pedagang eceran sayur-sayuran Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku tidak berani membeli tomat untuk dijual di warungnya, karena harganya yang mahal.
“Gila, harga tomat di pasar mahal sekali, dengan harga 20 ribu perkilo, kalau diecer dengan harga 2 ribu perbiji, baru modal akan bisa kembali, tapi dengan harga segitu, mana ada warga yang mau membeli tomat, karena dianggap kemahalan” kata Surti kepada Cendana News, Senin (4/7/2016).
Makanya daripada tidak ada warga yang berani membeli, lebih baik tidak memborong sama sekali, nanti saja kita jual tomat setelah lebaran, bagi warga yang mau makan tomat biar membeli sendiri ke pasar, sekalian bisa melihat sendiri harga tomat.
Asiah, warga Desa Banyu Urip mengatakan, jelang lebaran seperti sekarang memang tidak kebutuhan bahan pokok yang tidak naik, mulai dari cabai rawit, bawang merah, telur, termasuk beberapa komoditi lain.
“Sekarang ini apa yang tidak mahal, semua harga pada naik, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga kebutuhan, apalagi mau lebaran, mau tidak mau harus membeli meski harganya mahal” pungkasnya.(Turmuzi)