SENIN, 4 JULI 2016
SUMENEP — Memasuki H – 2 hari raya Idul Fitri 1437 H membuat harga daging sapi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali melambung. Pasalnya beberapa waktu lalu harga daging tersebut sempat turun seharga Rp. 10.000 per Kilogram, namun itu sepertinya hanya berjalan sekitar kurang lebih dua minggu, karena kali ini harga daging sapi mencapai Rp. 120.000 per Kilogram.
![]() |
| Pedagang daging sapi sedang berjualan di Pasar Anom Baru, Kabupaten Sumenep. |
Pada momentum yang sudah mendekat lebaran ini, meski harga daging sapi makin mahal, rupanya tetap menarik daya minat beli warga cukup tinggi, karena beberapa hari terkahir konsumen yang membeli daging sapi tersebut tetap ramai. Sehingga para pedagang dalam setiap harinya rata-rata menyembelih sapi kurang lebih sebanyak 2 ekor.
“Sekarang harga daging sapi kembali naik menjadi Rp. 120.000 per Kilogram, padahal sebelumnya harganya turun dan hanya Rp. 110.000 per Kilogram. ya itu memang sudah bisa ketika mendekati lebaran harga daging melambung, apalagi pembeli semakin banyak dari hari biasanya,” kata Nuryanti (40) salah seorang pedagang sapi di Pasar Anom Baru, Kabupaten Sumenep, Senin (4/7/2016).

Disebutkan, bahwa meski harga daging melambung cukup tinggi, masyarakat pada umumnya tetap membeli daging sapi untuk kebutuhan lebaran, sehingga membuat harga semakin tidak terkontrol, karena kebutuhan mereka lebih banyak dari biasanya. Oleh sebab itu pedagang memang perlu menyediakan stok daging yang lebih banyak dari hari biasanya, karena pembeli akan semakin membludak.
“Ya kalau sekarang pembeli daging sapi mulai mengalami peningkatan, karena kebutuhan masyarakat terhadap di momentum lebaran lebih banyak,” jelasnya.
Melambungnya harga daging sapi menjelang lebaran sudah menjadi hal biasa, sehingga upaya pemerintah dengan mengadakan pasar murah belum berdampak positif. Karena belum mampu membuat harga daging di pasaran lebih murah, akibatnya tak jarang para konsumen mengeluh dengan tingginya harga daging tersebut.
“Ya mau gimana lagi kan daging ini sudah menjadi kebutuhan di saat lebaran, makanya meski harganya tinggi tetap diburu oleh masyarakat,” terang Ratniyati (35) salah seorang pembeli daging sapi. (M. Fahrul)