Komisi XI : Masuknya Sri Mulyani Diharapkan Mampu Mengentaskan Kemiskinan.

KAMIS, 28 JULI 2016

JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menilai dengan masuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di kabinet kerja Jokowi JK, diharapkan mampu mengambil kebijakan optimalisasi sumber pendapatan negara, sehingga tidak bergantung pada pendapatan pajak.

Sebab, menurut Heri, tantangan terbesar Sri yakni mengelola kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja baru mencapai targetnya.
“Tugas yang berat itu, yaitu peningkatan ekonomi di daerah-daerah dan menghapus pengangguran di daerah itulah yang harus dilakukan oleh Menkeu baru” sebut Heri di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).
“Kapasitas Ibu Sri, semoga bisa meningkatkan kepercayaan publik, terutama dunia usaha” sambungnya.
Selain itu, kata heri, dalam jangka pendek pekerjaan rumah (PR) yang dibereskan adalah suksesnya Tax Amnesty untuk menggerakkan program-program prioritas seperti pembangunan infrastruktur.
“Sementara dalam jangka panjang, sambung Heri, perlu ada reformasi arsitektur keuangan nasional yang kuat untuk merespon tantangan kelesuan ekonomi yang sedang dihadapi” tandasnya
Heri menjelaskan, memperbaiki ekonomi Indonesia tidak hanya cukup bergantung kepada kepercayaan pasar. Namun, Sektor ril harus benar-benar jadi perhatian serius.
Dikatakan, transformasi struktural harus segera dilakukan gerakan ekonomi desa di sektor produktifnya, sehingga mampu menambah lapangan pekerjaan dan menambah kepercayaan publik terhadap ekonomi kerakyatan yang pernah digaungkan oleh Jokowi saat mencalonkan diri menjadi Presiden.
Lebih jauh, politisi Gerindra ini menambahkan, soal defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang makin melebar, semestinya bukan saja dibutuhkan sosok menteri yang mengerti persoalan teknis, tapi juga leadership dan jaringan yang mumpuni.
“Tentu kita berharap seluruh kebijakan arsitektur keuangan nasional berjalan mulus. Dan itu butuh integritas yang kuat,” tutupnya. (Adista Pattisahusiwa)
Lihat juga...