Kali Kemuning Meluap, Ribuan Rumah Warga di Sampang Terendam Banjir

SABTU, 2 JULI 2016
SAMPANG — Akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, membuat kali Kemuning di daerah setempat tidak mampu menampung tingginya debit air hingga mengakibatkan banjir yang merendam ribuan rumah warga pada Sabtu (2/7/2016) pagi. Ketinggian air yang mencapai kurang lebih 50 Centimeter juga mulai menghambat aktifitas warga, karena mereka merasa khawatir untuk berjalan ke tempat lain yang lebih jauh.

Suasana rumah warga yang sedang terendam banjir

Banjir yang telah merendam ribuan rumah di empat desa dan dua kelurahan di kecamatan kota ini bukanlah yang pertama kalinya, namun hal sama memang seringkali terjadi ketika musim penghujan. Sehingga mereka yang tinggal di daerah langganan banjir tersebut sudah merasa resah, karena sejak dulu sampai sekarang belum ada solusi mengatasi terjadinya banjir di daerah ini.

“Banjir ini terjadi karena kali yang ada di kota ini meluap akibat tidak mampu menampung debit air hujan yang terjadi di wilayah utara, sehingga terjadi banjir yang mengakibatkan ribuan warga terendam. Itu air mulai masuk sejak habis sahur dan menggenangi rumah-rumah warga,” kata Munarsih (43) salah seorang warga Kota Sampang yang rumahnya terendam banjir, Sabtu (2/7/2016).
Disebutkan, bahwa sebenarnya masyarakat mulai resah dengan terjadinya banjir yang sudah sejak lama tak kunkung ada solusi, sebab setiap musim hujan mereka selalu dihantui rasa takut akan terendam banjir. Sehingga setiap kali hujan dengan intensitas yang cukup tinggi banjir di kota ini sangat sulit dihindari, akibatnya aktifitas masyarakat lumpuh total.
“Sejak dulu tiap hujan banjir terus, kami terasa sudah capek, apalagi kayak sekarang pada saat bulan Ramadhan. Jadi kalau urusan banjir memang tidak pernah selesai-selesai di daerah ini,” jelasnya.
Banjir yang merendam ribuan rumah warga akibat tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah utara daerah ini, seperti di Kecamatan Karang Penang, Omben dan  Robetal, karena air tersebut mengalir ke satu sungai. Sehingga ketika sungai yang berada di tengah kota tak mampu menampung air, maka banjir tidak akan bisa dihindari.(M. Fahrul)
Lihat juga...