SELASA, 12 JULI 2016
SUMENEP — Menjelang hari lebaran ketupat atau yang bertepatan hari ke tujuh dari hari raya Idhul Fitri 1437 Hijriyah, membuat para pedagang selongsong ketupat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ketiban (Kejatuhan) rezeki. Pasalnya sejak pagi hari mereka kebanjiran konsumen yang membeli selongsong ketupat untuk digunakan sebagai sajian saat merayakan lebaran ketupat yang jatuh pada hari Rabu (13/6/2016) besok.
![]() |
|
Para pedagang sedang menjajakan selongsong ketupat di pasar tradisional.
|
Pada saat memasuki H+6 para pedagang selongsong ketupat dadakan biasanya memadati sejumlah pasar tradisional, baik di wilayah kota maupun pedesaan. Karena di hari ketujuh tersebut masyarakat pada umumnya merayakan hari raya ketupat, sehingga makanan yang disajikan bagi para tamu maupun jamaah yang ada masjid maupun mosholla penuh dengan menu ketupat.
“Ya kalau menjelang hari raya ketupat memang selongsong ketupat laris manis, karena kebanyakan warga sekarang sudah tidak lagi membuat sendiri, makanya banyak yang langsung membeli selongsong yang sudah jadi. Ini sudah menjadi kebiasaan warga yang merayakan hari raya ketupat dengan menyajikan makanan menu ketupat,” kata Suhaini (47), salah seorang pedagang selongsong ketupat di Kabupaten Sumenep, Selasa (12/7/2016).

Disebutkan, bahwa setiap tahun pada saat menjelang lebaran ketupat para pedagang dadakan tersebut biasanya memang Ketiban rezeki berkah lebaran, karena selain momentum lebaran sangat sulit orang yang membutuhkan selongsong ketupat. Sehingga para pedagang menjual menjadi musiman dikala menjelang hari raya ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh usai hari raya Idhul Fitri.
“Biasanya kami dan teman-teman pedagang lainnya sampai sampai bisa menghabiskan seribu selongsong. Karena permintaan cukup banyak, makanya waktu ini dimanfaatkan dengan baik untuk mendapatkan rezeki di momentum lebaran ini, sebab itu kan cuma setahun sekali,” jelasnya.
Untuk membuat selonsong ketupat tidaklah mudah, sehingga membutuhkan keahlian agar bisa mendapatkan hasil yang mampu membuat konsumen tertarik untuk membelinya. Namun sayang harganya sangat rendah, para pedagang mematok harga Rp. 10.000 setiap satu ikat yang berisi sepuluh selongsong ketupat. (M. Fahrul)