Gertak Flotim Minta Keluarga Korban Dievakuasi untuk Mendapatkan Informasi

KAMIS, 14 JULI 2016

LARANTUKA — Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) kabupaten Flotim meminta agar pemerintah kabupaten Flores Timur segera memberikan perhatian serius  kepada keluarga tiga korban penyanderaan teroris yang menetap di desa Laton Liwo.

Kanis Soge kordinator Gertak Flotim (baju hitam)
Gertak meminta keluarga korban dievakuasi ke kota Larantuka agar bisa mendapatkan infomrasi terkini terkait keluarganya yang disandera. Pasalnya, di desa Laton Liwo tidak ada sinyal handphone dan televisi.
“Bagaimana mereka mau mendapat informasi kalau mereka tetap berada di kampung. Televisi dan sinyal handphone saja tidak ada,” ungkap Kanis Soge.
Margaretha Hading Hurit bersama kedua anaknya yang masih bersekolah.
Kanis koordinator Gertak Flotim yang ditemui Cendana News, Kamis (14/7/2016) mengatakan, jika keluarga korban berada di kampung maka mereka akan selalu sulit mendapatkan informasi terkini soal nasib ketiga keluarga mereka yang disandera.
Selain itu, dirinya meminta agar keluarga korban dibelikan bantuan bahan makanan untuk kebutuhan hidupnya dan biaya sekolah anak-anak mereka sebab orang tuanya praktis tidak mengirimkan uang.
“Ini persoalan internasional apalagi mereka ditahan teroris sehingga pemerintah pusat segera turun tangan mengatasi hal ini,” tegasnya.
Margaretha Hading Hurit yang ditemui di desa Laton Liwo juga mengeluhkan hal yang sama. Sejak suaminya ditawan teroris otomatis dirinya tidak memiliki uang untuk biaya menyekolahkan anaknya.
“Dua orang anak saya sebentar lagi sekolah, saya bingung bagaimana caranya membiayai sekolah anak saya,” ungkapnya.
Margaretha berharap mudah-mudahan pemeirntah bisa membantu dirinya membiayai sekolah anaknya. Apalagi jika suaminya masih lama disandera dirinya harus bertani untuk membiayai sekolah anaknya.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...