Dirjen Hubdat Kesal Penumpang Dibiarkan Lama Menunggu di Terminal

SABTU, 2 JULI 2016

LAMPUNG — Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Pudji Hartanto Iskandar kesal dengan ulah para pengemudi travel jurusan terminal Bakauheni ke terminal Rajabasa Bandarlampung. Kekesalan Pudji terjadi akibat kendaraan travel tersebut memuat penumpang pejalan kaki yang berasal dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni dibiarkan berdesak desakan di dalam kendaraan travel, menunggu terlalu lama dan bahkan tak kunjung berangkat meski penumpang telah penuh.
Pencari penumpang yang bertugas mencari penumpang bahkan terkesan cuek menjawab pertanyaan Pudji yang juga mantan Kakorlantas Polri tersebut sambil memasukkan barang barang milik penumpang. Ia bahkan menjawab dengan ketus pertanyaan Pudji yang menyebutnya “calo penumpang” tersebut.
“Saya bukan calo pak saya pengurus kendaraan ini satu lagi berangkat pak biar penuh dulu,”ujar sang pengurus kendaraan travel tersebut di terminal pelabuhan Bakauheni, Sabtu (2/7/2016).
Pengurus kendaraan yang terlihat cuek menjawab pertanyaan Dirjen Hubdat tersebut selanjutnya meninggalkan rombongan dirjen yang didampingi oleh Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, General Manager PT ASDP Bakauheni Eddy Hermawan serta rombongan pejabat dari kementerian perhubungan. 
Soal banyaknya calo penumpang di pelabuhan Bakauheni Pudji mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada kepala terminal dan pihak polisi untuk melakukan penindakan. Selain calo penumpang ia menegaskan agar pemudik pengguna kendaraan roda dua tidak melakukan perjalanan mudik dengan membawa penumpang lebih dari satu berikut barang bawaan karena membahayakan perjalanan.
“Tindakan polisi harus tegas diantaranya dengan melakukan sanksi tilang karena sangat membahayakan perjalanan mudik bagi pengendara kendaraan roda dua dan perjalanan mudik harus menjadi perjalanan yang nyaman,”ungkapnya.
Terkait terlantarnya penumpang pejalan kaki yang tidak memperoleh kendaraan bus Pudji memastikan Kementerian Perhubungan melalui dinas Perhubungan menyiapkan sebanyak 127 bus reguler, 20 bus tambahan dan ratusan kendaraan travel dan angkutan perkotaan.
Seusai meninjau fasilitas mudik di Pelabuhan Bakauheni diantaranya loby kedatangan penumpang,ia juga mendatangi posko data angkutan mudik di posko bersama PT ASDP Bakauheni. Ia juga berkesempatan memantau sistem informasi di pos pelayanan (Posyan) milik Polres Lampung Selatan yang berada di pelabuhan Bakauheni. Ia bahkan melihat fasilitas circuit closed television (cctv) yang terhubung ke beberapa titik kemacetan di Lampung.
Pudji Hartanto sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni menggunakan kapal Adinda Windu Karsa Dwitya. Ia mengaku perjalanan menggunakan kapal roll on roll off cukup nyaman dengan waktu perjalanan sekitar 2-3 jam dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.
Ia yang langsung kembali ke Merak menggunakan moda transportasi kapal laut KMP Portlink sempat meninjau fasilitas pembelian tiket di pelabuhan Bakauheni. Ia bahkan mengaku kondisi kemacetan di Merak yang mengular hingga ke pintu tol Merak.
Meningkatnya arus mudik pada H minus lima lebaran membuat PT ASDP mengerahkan sebanyak 29 kapal roro di lintasan Selat Sunda. Jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni khusus untuk penumpang pejalan kaki mencapai 3.322 orang, penumpang dalam kendaraan mencapai 40.241 orang dan jumlah kendaraan berbagai jenis diantaranya roda dua dan kendaraan roda empat mencapai 7.175 unit.
[Henk Widi]
Lihat juga...