JUMAT, 15 JULI 2016
LARANTUKA — Bertempat di Taman Kota Larantuka, Kamis (14/7/2016) Gertak Flotim, Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih, Agupena Flotim dan rekan pers mengadakan aksi seribu lilin bagi korban penyanderaan kelompok teroris di Filipina.

Aksi dimulai dengan meminta sumbangan lilin secara sukarela dengan kepada masyarakat dan pemilik toko di komplek pertokoan Postoh. Sejak pukul 19.00 WITA, komunitas solidaritas korban penyanderaan memasuki satu per satu toko sejak dari timur hingga ke barat.
Berbekal lilin sumbangan dari masyarakat dan pemilik toko yang sudah terkumpul dua kardus, anggota komunitas mulai bergerak ke lokasi aksi seribu lilin di Taman Kota Larantuka.

Kanis Soge koordinator Gertak Flotim dan Benedikta BC da Silva kepada wartawan di lokasi aksi mengatakan, aksi seribu lilin merupakan bentuk kepedulian dan rasa solidaritas sebagai sesama warga Flotim dan bangsa indonesia terkait ketiga pekerja asal Flotim yang disandera kelompok teroris di Filipina.
Dengan seribu lilin ini kami mengajak pemerintah pusat dalam hal ini presiden RI Joko Widodo untuk secepatnya mengambil lamgkah strategis membebaskan para sandera dan dikembalikan kepada keluarganya.
Selain itu, kata Kanis pesan dari seribu lilin ini yakni memberikan kekuatan kepada keluarga sandera yang sekarang sedang cemas-cemas harap di desa mereka serta memberikan kekuatan bagi ketiiga korban agar tidak terjebak pada keputusan yang membinasakan dirinya sendiri.
“Itu adalah pesan yang kami sampaikan lewat nyala seribu lilin di Taman Kota Reinha Larantuka” ujar Kanis.
Benedikta BC da Silva yang ditemui Cendana News di lokasi aksi menyebutkan, penyanderaan ini sangat membawa kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan. sebab yang disandera merupakan tulang punggung keluarga.
Apalagi melihat situasi keberadaan mereka yang tinggal jauh dari kota dan sulit dijangkau, Noben sapaannya berharap aksi seribu lilin bisa mengetuk hati pemerintah baik kabupaten maupun pusat agar lebih cepat mengambil tindakan konkrit untuk bisa memberi solusi terbaik guna membebaskan ketiga korban. Khususnya kepada menteri luar negeri dan presiden Jokowi.
“Saya harapkan para teroris yang juga manusia janganlah seperti ini, mempunyai hati sehingga kita bisa saling menghargai dan mencintai sesama warga dunia,” ungkapnya.
Aksi seribu lilin malam ini sambung Kanis, merupakan aksi spontanitas. Pemerintah kabupaten Flotim menurutnya, harus segera membawa keluarga korban ke kota Larantuka yang mudah dijangkau informasi agar bisa mudah mengakses informasi mengenai nasib keluarga mereka yang disandera.
Mungkin kita bisa mengadakan aksi solidaritas dari sesama keluarga yang mempunyai hati terketuk untuk memberikan sumbangasih kepada mereka sebagai bentuk kekuatan.
“Pemerintah harus memberikan rasa nyaman kepada keluarga yang ditinggalkan,”pungkasnya.
Disaksikan Cendana News, peserta aksi sejak pukul 19.00 WITA mulai berdatangan ke lokasi. Satu per satu peserta sejak pukul 20.00 WITA mulai mengambil dan menyalakan lilin lalu meletakannya di lantai semen panggung Taman Kota Larantuka.(Ebed de Rosary)