Tingkat Konsumsi Masyarakat Naik 30 Persen Selama Ramadan

RABU, 22 JUNI 2016

BANDUNG —Selama bulan Ramadan, masyarakat cenderung lebih gencar berbelanja, khususnya di Jawa Barat (Jabar). Tak ayal tingkat konsumsi pun mengalami kenaikan dibandingkan bulan-bulan selain Ramadan.

Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Netty Prasetiyani mengatakan tingkat konsumsi masyarakat naik hingga 30 persen selama Ramadan 1427 H ini. Hal tersebut berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Menurutnya, peningkatan ini lantaran ada perubahan perilaku dalam berbelanja. Khususnya ibu-ibu yang memang cenderung membeli barang dibandingkan kaum Adam.
“Ternyata ibu-ibu cenderung senang menyetok barang saat Ramadan,” ujar Netty, Rabu (22/6/2016).
Dengan peningakatan konsumsi ini, otomatis harus bisa diimbangi pula dengan stok barang yang seimbang. Mengingat pada bulan Ramadan biasanya setiap orang lebih suka untuk saling berbagi. Dimana saat masak untuk sahur dan berbuka puasa biasanya lebih banyak dari bulan-bulan lainnya, lantaran dimakan bersama-sama.
“Ramadan ini berbasis komunitas dan solidaritas. Yang tidak pernah mengundang orang, sekarang mengundang orang untuk buka bersama. Masakannya juga luar biasa. Kita berkhusnudzon saja yang mengundang ingin menyejahterakan tamu yang diundang,” paparnya.
Menurut Netty, kondisi peningkatan konsumsi masyarakat di bulan Ramadan adalah suatu fenomena yang menarik. Padahal di siang hari mayoritas penduduk di Indonesia sedang menjalani ibadah puasa, dimana seharusnya makan dan minum lebih sedikir dari hari-hari biasa.
“Ini satu fenomena menarik. Katanya kan puasa, tapi ada peningkatan signifikan terhadap kebutuhan di sektor konsumsi,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...