Program Konversi Angkot Ke Bus Terkendala Harga Trayek

SELASA, 7 JUNI 2016

BANDUNG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung yang gencar merumusukan program Konversi Angkutan Kota (Angkot) ke bus masih mendapatkan kendala di lapangan.
Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Ruswandi menjelaskan pihaknya kesulitan mensepakati persetujuan dengan pemilik angkot. Sebab mereka bersedia menjual angkot andaikata satu paket dengan harga trayek. Sementara anggaran hanya Rp 10 miliar yang disediakan menurutnya tak memungkinkan untuk melakukan kesepakatan itu.
“Kalau kondisinya 50 persen, kita beli 50 persen dari harga asli. Tapi kalau mau diambil harus ada biaya trayek,” ujar Didi, Selasa (7/6/2016).
Dikatakan, harga trayek memang kini sudah menurun, seiring makin sepinya penumpang angkot. Namun tetap saja, pihaknya tak menyediakan dana untuk trayek untuk menjalankan program konversi angkot ke bus tersebut.
“Kalau dulu trayek jurusan Margahayu-Ledeng saja itu Rp. 70 juta. Tapi kita sekarang anggarannya hanya untuk angkotnya saja tanpa trayek,” katanya.
Didi menyampaikan pembelian angkot tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, ia menunggu ada pengusaha angkot yang setuju menjual tanpa trayek. Pihaknya pun tak akan asal-asalan membeli angkot, artinya ada kriteria tersendiri.
“Ketika mobil itu dibeli, trayek akan dihapus lalu dibuat rute baru untuk bus,” tukasnya.
Diketahui Pemerintah Kota Bandung menargetkan pada semester pertama 2017 nanti minimal ada dua hingga tiga jalur angkot yang akan dirubah menjadi jalur bus. Pengelola bus sendiri nantinya akan dipegang oleh mantan pemilik angkot. Termasuk sopir dan kondekturnya, dimana para awak bus tersebut akan mendapat gaji setiap bulan.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...