SABTU, 18 JUNI 2016
LAMPUNG — Meski lebaran masih beberapa minggu lagi, namun penjualan tiket di sejumlah loket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) atau bus malam mulai menunjukkan kenaikan. Menurut pengelola jasa tiket bus AKAP, Indri (34), pembelian tiket untuk arus mudik sudah terjadi sejak awal Ramadhan terutama untuk pemesanan kursi bagian depan. Pembelian jauh jauh hari dilakukan oleh para calon penumpang terutama pekerja yang mengajak serta anggota keluarga untuk mudik pulang kampung ke berbagai kota di Pulau Jawa.

Indri mengakui, penjualan saat awal Ramadhan belum diterapkan sistem tuslah karena belum ada ketentuan soal hal tersebut, meski demikian kebijakan perusahaan oto bis, selama arus mudik dikenakan kenaikan tiket. Kenaikan harga tiket dilakukan akibat momen tahunan merupakan fenomena kearifan lokal masyarakat Indonesia untuk bertemu sanak keluarga dan merayakan lebaran di kampung halaman.
“Khusus untuk harga tiket yang kita jual ditentukan tarifnya oleh perusahaan untuk bus AKAP untuk jenis bus VIP, Executive serta super executive ke berbagai tujuan dari Sumatera ke Jawa,”ungkap Indri saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (17/6/2016).
Kenaikan yang signifikan diantaranya jenis tiket bus executive dengan kenaikan rata rata mencapai Rp30ribu-Rp45ribu, sementara kelas executive harga tiket dipastikan masih normal. Meski mengalami kenaikan beberapa kursi untuk keberangkatan tanggal tertentu menjelang lebaran dipastikan sudah terjual sebagian dan tersisa beberapa kursi untuk bus tujuan Yogyakarta, Pekalongan, Jawa Tengah serta beberapa kota di jalur tersebut. Kenaikan juga dipastikan akan mengalami perubahan terutama mendekati lebaran karena permintaan tiket bus dipastikan terus melonjak.
Tingginya aktifitas bus AKAP juga diakui oleh pemilik loket lain di simpang Kota Dalam, Sidomulyo, Lampung, yang menjadi pusat penjualan tiket bus bus lintas Provinsi diantaranya Rosalia, Handoyo, Zentrum, Putra Remaja, Lorena, Antar Lintas Sumatera (ALS), DAMRI serta perusahaan oto bus lainnya. Menurut John (45), keberangkatan bus antar kota antar provinsi pada hari biasa rata rata memberangkatkan bus sebanyak satu kali namun menjelang dua pekan lebaran, keberangkatan bus naik menjadi dua hingga tiga kali sehari.
“Kita maklum karena beberapa pekerja di sektor non formal seperti buruh, pedagang, diantaranya memilih pulang dua pekan sebelum lebaran untuk menghindari kemacetan di jalan dan harga tiket masih cenderung murah,”terang John.
Keberangkatan bus dari beberapa wilayah Sumatera diakui John diantaranya dari wilayah Aceh hingga Bengkulu. Perusahaan oto bus tersebut rata rata memiliki perwakilan di setiap provinsi di seluruh Pulau Sumatera dan tetap menerima penumpang di provinsi Lampung, selain menyediakan armada khusus untuk penumpang dari wilayah Lampung. Beberapa busa bahkan memiliki pool tersendiri di provinsi Lampung diantaranya Puspa Jaya, DAMRI dan beberapa perusahaan oto bus. Khusus untuk keberangkatan dari wilayah Lampung Selatan rata rata mulai pukul 14:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB.
John memprediksi kenaikan tiket bus akan mengalami kenaikan sekitar 50 persen menjelang H-10 (10 hari menjelang lebaran) bahkan bisa sebelumnya. Kenaikan untuk setiap kelas mulai VIP, Executive hingga super executive bahkan bisa mencapai 50-60 persen. Beberapa kenaikan tiket bus tersebut diantaranya untuk bus tujuan Blitar Jawa Timur yang semula dijual dengan harga Rp450ribu sesuai daftar penjualan tiket perusahaan sudah naik menjadi Rp700ribu untuk kelas executive dan Rp750 ribu untuk kelas VIP.
Salah satu calon penumpang tujuan Blitar Jawa Timur, Ahmad (34) seorang pedagang di pasar Kalianda mengaku sengaja membeli tiket untuk mudik lebaran di agen tiket yang ada di sebuah rumah makan di Kalianda. Ia mengaku sengaja pulang saat H-5 lebaran karena masih ingin mencari bekal dengan berjualan.
“Kalau pulang tentunya harus membawa oleh oleh untuk keluarga tapi untuk tiket sudah saya beli hari ini sebanyak empat tiket untuk isteri dan kedua anak dengan beberapa barang bawaan,”ungkapnya.

Ia mengaku kenaikan harga tiket sudah sewajarnya meski penetapan tuslah dari instansi terkait belum atau sudah ditetapkan baginya tidak berpengaruh. Bahkan ia mengaku berapapun harga tiket yang ditawarkan tetap akan diberli karena tujuan utama untuk pulang kampung dan merayakan lebaran di kampung halaman.
[Henk Widi]