Pemerintah Dinilai Lamban Perhatikan Nasib Masyarakat Miskin di Sumenep

KAMIS, 9 JUNI 2016

SUMENEP — Mencuatnya ke permukaan seorang wanita tua, Astami (90) yang hidup dalam kondisi miskin dengan tinggal bersama hewan perliharaannya membuat berbagai kalangan ikut bicara, salah satunya Aktivis peduli rakyat miskin setempat. Ia menilai Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, lamban dalam menangani permasalahan warganya. 

Disebutkan, Astami (90) warga Dusun Aengnyeor, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, merupakan salah satu potret masyarakat miskin yang sudah kurang lebih empat belas tahun tinggal di kandang sapi, namun ia yang hidup sebatangkara tersebut rupanya belum pernah mendapat perhatian sehingga dalam menjalani hidupnya ia tidak lepas dari tempat kotor yang tidak jauh dari hewan ternak peliharaannya.
“Kenapa nenek tersebut tidak pernah di perhatikan, jangan-jangan memang dibiarkan atau tidak diketahui,” kata Syaiful Anang, salah seorang Aktivis Peduli Rakyat Miskin, Kabupaten Sumenep, Kamis (9/6/2016).
Ia mengharapkan pemerintah tanggap dan memberikan perhatian serius terhadap masyarakat miskin terutama pada masyarakat yang secara kasat mata sudah jelas hidupnya tidak layak, apalagi tinggal bersama ternak peliharaannya akibat tidak memiliki rumah.
”Seharusnya tetap inten melakukan pendampingan maupun pendataan bagi masyarakat, sehingga nantinya akan diketahui keberadaan masyarakat yang kondisinya miskin atau tidak,” jelasnya.
[M. Fahrul]
Lihat juga...