SABTU, 11 JUNI 2016
SOLO — Bagi pecinta kuliner, nasi pecel yang ada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, wajib dirasakan. Di rumah makan yang ada di jalur Solo-Tawangmangu, atau Giribangun, Matesih ada nasi pecel yang menyajikan dengan bahan sayuran berbeda, yakni pecel sobon atau sobo kebon. Selain mengeyangkan, pecel ini juga berkhasiat bagi kesehatan.

Pecel sobon, mungkin masih asing di telinga tapi inilah yang disajikan sebuah warung sego pecel yang terletak di Desa Popongan, Kabupaten Karanganyar. Pecel sobon alias sobo kebon menjadi ciri khas tersendiri, karena memanfaatkan tanaman liar, yang berada di kebun atau area persawahan.
Siapa sangka, melalui tangan Handoyo, tanaman liar justru dapat dimanfaatkan untuk sayuran dan bernilai jual. Seperti tanaman krokot, daun sintrong, daun jembak dan bribil yang dijadikan menu nasi pecel sobon ini telah mempunyai pelanggan tersendiri.
“Awalnya memang ingin mempunyai ciri khas sendiri. Kalau nasi pecel di Solo dan sekitarnya kan sudah banyak. Kita manfaatkan daun-daun yang ada di sekitar kita, seperti di kebon atau persawahan,” papar Handoyo saat ditemui Cendana News, di warungnya, Sabtu (11/6/16).
Yang menjadi daya tarik, lanjut Handoyo, pecel sobon ini mempunyai khasiat tersendiri. Selain dijamin kenyang, berbagai tumbuhan maupun daun yang disajikan dapat berkhasiat untuk kesehatan. Seperti tanaman krokot yang dapat berfungsi sebagai obat penyakit diare, disentri dan badan pegal. Daun strong dapat bermanfaat untuk mengurangi batuk berdahak, mempercepat pengeringan luka, mengurangi sakit kepala atau migrant, dan sejumlah khasiat lainnya.
“Sedangkan untuk daun bribil dapat bermanfaat sebagai peluruh air seni. Ini yang menjadikan nasi pecel kita beda dengan yang lain, selain mengeyangkan juga menyehatkan,” terangnya.

Menurutnya, untuk penyajian nasi pecel sobon sendiri, hampir sama dengan penyajian nasi pecel pada umumnya. Hanya saja, selain sayuran seperti toge, bayam, dan kacang panjang, pecel sobon ditambahkan sejumlah sayuran yang biasa tumbuh secara liar tersebut.
Sementara untuk bumbu pecel sobon dibuat sendiri dari campuran gula jawa, asem, cabe, bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk, yang kemudian ditumbuk hingga halus. Sebagai tambahan nasi pecel Mas handoyo ini dilengkapi bakmi pentil.
“Sebenarnya kita baru sebulan terakhir luncurkan, tapi Alhamdulillah sudah ada pelanggan tersendiri. Rata-rata perharinya 100 porsi nasi pecel sobon terjual,” imbuhnya.
Untuk nasi pecel sobon dengan menu sayuran ini dibandrol dengan harga yang sangat murah, yakni hanya lima ribu rupiah per porsi. Harga akan berbeda jika penikmat nasi pecel menambah telur atau makanan pelengkap lainnya.
[Harun Alrosid]