Jelang Lebaran Pakaian Bekas Import Diborong Pembeli

SELASA, 21 JUNI 2016

JAKARTA — Sepertinya membeli barang yang serba baru sudah merupakan sebuah tradisi di tengah masyarakat Indonesia dan selalu berulang setiap menjelang datangnya Lebaran Idul Fitri. Warga biasanya berbondong-bondong membeli segala sesuatu, misalnya seperti pakaian baru, sepatu baru, perlengkapan sholat baru, sepeda motor baru hingga mobil baru.
Namun pada kenyataannya tidak semua kebutuhan yang dibeli warga masyarakat tersebut selalu serba baru, salah satunya yang terjadi di Ibukota Jakarta, yaitu banyak warga masyarakat Ibukota yang membeli pakaian impor bekas pakai orang tapi masih bagus dan bermerek. Pakaian bekas impor tersebut biasanya kebanyakan didatangkan dari luar negeri, misalnya seperti dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Hongkong dan Tiongkok.
Padahal sesuai dengan peraturan, Pemerintah telah menginstruksikan kepada Bea & Cukai untuk melarang dan tidak mengeluarkan izin berbagai jenis pakaian bekas impor tersebut masuk ke Indonesia. 
Pantauan Cendana News, Selasa sore (21/6/2016) di kompleks Atrium Senen, Jakarta Pusat, ada sebuah tempat khusus dijadikan sebagai lokasi tempat berjualan aneka macam dan jenis pakaian bekas impor mulai dari kaos, baju, kemeja, celana panjang, celana pendek, sandal, sepatu, jaket, tas, pakaian anak-anak, remaja putra-putri hingga orang tua semuanya ada di Atrium Senen.
Harganya pun sangat bervariatif, yang paling murah harganya Rp. 5.000 per potong, namun ada juga yang harganya hingga ratusan ribu Rupiah, semuanya tergantung dari pakaian jenis apa yang dibutuhkan. Namun diantara semuanya umumnya yang paling laris adalah jenis kemeja lengan pendek maupun lengan panjang, celana panjang, celana pendek, sepatu, sandal jaket dan tas.
Hampir setiap hari terutama pada saat mendekati datangnya Hari Raya Lebaran Idul Fitri 2016, tempat penjualan pakaian bekas ini selalu ramai diserbu pembeli dari mana-mana. Para konsumen/pembeli  tampaknya tidak lagi merasa malu-malu, mereka langsung berkeliling toko demi toko yang menjual pakaian bekas impor dan memborong beberapa pakaian sesuai dengan seleranya masing-masing.
“Selama puasa Ramadhan dan menjelang datangnya Hari Raya Lebaran Idul Fitri 2016, omzet penjualan pakaian bekas impor melonjak tajam, jika di hari biasa rata-rata pendapatan saya 1 juta Rupiah per hari, maka saat ini pendapatan saya bisa mencapai 3 juta per hari, walaupun pakaian bekas impor dari luar negeri, namun kualitasnya tidak kalah sama pakaian yang baru, kalau pembeli cermat, mereka bisa mendapatkan pakian dengan kualitas terbaik,” kata Rahmat, seorang penjual pakaian bekas impor di Atrium Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Sulistyorini, seorang pembeli pakaian bekas impor mengatakan “sekarang bukan lagi jamannya gengsi, biar pakaian bekas impor tapi bermerek dan kualitasnya tidak kalah dengan pakaian baru, harganya lebih murah, lagian kalau sudah dicuci dan dijemur apa bisa membedakan mana pakaian baru dan pakaian bekas, yang penting harus teliti sebelum membeli, jangan lupa direndam dengan deterjen dan dicuci hingga bersih untuk menghilangkan kotoran/kuman, saya tadi beli banyak, pokoknya total semuanya habis Rp. 400.000” katanya kepada Cendana News.
[Eko Sulestyono]
Lihat juga...