MINGGU, 12 JUNI 2016
BANDUNG — Es goyobod bisa jadi teman berbuka puasa pada bulan Ramadan. Minuman dingin yang diyakini berasal dari Jawa Barat ini tak ubahnya sepeti es campur. Yang membedakan adalah adanya hunkwe atau saripati kacang hijau yang dibekukan.

Dengan adanya peyeum alias tape singkong juga menjadikan minum ini semakin diyakini berasal dari Tanah Pajajaran. Adapun komposisi es goyobod lainnya, yakni roti, tape ketan, santan, serutan kelapa muda, gula dan terkadang ditambah pacar cina dan susu kental manis. Dan tentu saja es batu, agar segar di mulut.
Ari, salah seorang penjual goyobod di Jalan Kebon Gedang, Kota Bandung mengaku kebanjiran pembeli pada bulan Ramadan ini. Apalagi menjelang buka puasa, terkadang perlu ada yang membantu untuk menyajikan kepada pembeli. Artinya, minuman dingin asli Jawa Barat ini banyak diburu.
“Saya juga jualan es krim sama es lain-lainnya, tapi goyobod ini yang habis-habis terus,” ujar Ari, Minggu (12/6/2016).
Dia membanderol es goyobodnya Rp. 10 ribu untuk satu mangkok. Dengan porsi yang banyak, cukup bila dinikmati untuk berdua. Ari sampaikan baru menjual Goyobod ini sejak satu tahun terakhir.
“Bandung kan sekarang enggak dingin lagi, kalau siang panas sekali jadi punya ide buat jualan ini,” katanya.
Kendati nikmat disantap saat berbuka puasa, namun ada baiknya jika lebih dulu menyantap makanan berat seperti nasi. Walaupun memang beberapa informasi menyebut tape singkong memiliki khasiat menyembuhkan penyakit lambung seperti maag.
“Iya kan ini dingin juga, lebih baik kan makan dulu biar enggak kosong baru minum es goyobod ini dijamin segar,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]