KAMIS, 30 JUNI 2016
SOLO — Pembagian 2600 paket zakat fitrah yang berasal dari pegawai di lingkungan Balai Kota Solo, menyisakan persoalan. Selain berakhir ricuh, pembagian zakat berupa 5 kilogram beras tersebut juga membuat 500 warga harus pulang dengan tangan hampa, karena tidak mendapatkan zakat.

Kabag Kesra Setda Solo Siti Hanggraini Purwanti menyatakan, tercatat sekitar 500 warga tidak mendapatkan zakat karena stoknya beras dalam pembagian zakat fitrah tahun ini terbatas. Ia juga menegaskan dalam pembagian zakat ini Pemkot Solo memang tidak membatasi warga untuk mendapatkan zakat.
“Ini yang membuat banyak warga luar daerah yang ikut menerima zakat, sehingga tidak cukup,” paparnya saat ditemui awak media seusai pembagian zakat, Kamis siang (30/6/16).

Dikatakan Siti, pembagian zakat dari PNS memang diperuntukkan untuk umum dan tidak ada batasan warga dari mana saja. Menurutnya warga yang memiliki kupon tetapi belum memperoleh beras, tetap akan diupayakan untuk memperoleh zakat fitrah. Mereka diminta menunggu karena panitia memerlukan waktu untuk mengupayakan beras tambahan.
“Untuk yang membawa kupon dan belum mendapat zakat diminta untuk menunggu terlebih dahulu. Karena saat ini masih diupayakan untuk mencari beras tambahan untuk warga yang belum mendapat zakat,” terangnya kepada warga.
Hingga pembagian zakat fitrah usai, ratusan warga masih berkerumun di halaman Balai Kota Solo. Meski petugas menghalau mereka untuk segera pulang karena kuota zakat fitrah sudah habis, namun sejumlah warga tampak masih bersikukuh bertahan di balai kota. (Harun Alrosid).