KAMIS, 5 MEI 2016
LAMPUNG — Ratusan umat Katolik di Stasi Pasuruan Unit Pastoral Bakauheni merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke surga di kapel Santo Petrus dan Paulus Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Hari Raya Kenaikan Yesus ke surga yang diperingati umat Katolik setelah 40 hari Hari Raya Paskah kebangkitan Yesus tersebut dirayakan dengan penuh kesederhanaan di kapel yang rencananya akan terkena dampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kenaikan Yesus Kristus seperti disampaikan pengkotbah perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Yakobus Wagimun, tidak serta merta tugas Yesus berakhir sebab para murid harus menyelesaikan tugas Yesus yang ada di dunia dengan penyertaan Roh Kudus.
“Saat ini tugas Yesus untuk membawa damai diteruskan oleh para rasul dan dengan penyertaan Roh Kudus seperti yang dijanjikan Yesus sebelum terangkat ke surga,”ungkap Yakobus Wagimun dalam kotbahnya di hadapan ratusan Jemaat, Kamis (5/5/2016)
Ia menegaskan bacaan dari Kisah Para Rasul dimana ada salah seorang murid Yesus menanyakan waktu pemulihan di kota Yerusalem setelah kenaikan-Nya ke surga (Kisah Para Rasul 1:6-11) dan jawaban Yesus tidak sesuai harapan para rasul.
“Meski harapan harapan para murid Yesus tidak tercapai namun ada harapan yang dijanjikan oleh malaikat bahwa Yesus akan datang kembali seperti ia naik ke surga”ungkap Yakobus.
Bahkan di dalam ayat 11 dari bacaan Alkitab Perjanjian Baru dua orang malaikat memeteraikannya dengan berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Oleh karena itu, hingga kini sepeti juga para murid bahwa kenaikan-Nya sesungguhnya adalah jaminan pengharapan hidup bagi umat Kristiani. Kenaikan Kristus ke surga menandai akhir masa penghinaan Kristus dan masuknya ke suatu masa pemuliaan. Setelah kenaikan ke surga berlalu, Kristus kemudian siap memulai pelayanan-pelayanan lain baik untuk kepentingan-Nya sendiri maupun untuk kepentingan dunia.
Dalam peringatan kebangkitan Yesus Kristus, ungkapnya, umat Katolik diingatkan bahwa dalam Tuhan Yesus ada pengharapan. Yang sakit disembuhkan, jalan yang buntu dibukakan, keluarga yang berantakan dipulihkan, usaha, pekerjaan dan dalam Yesus ada pengharapan!
Kemudian selama 40 hari, Tuhan menampakkan diri kepada banyak orang. Angka 40 berbicara sesuatu angka yang komplit atau lengkap. Tuhan kita adalah Allah yang sungguh-sungguh penolong bagi kita, tidak setengah-setengah, tapi dari awal sampai akhirnya, Dia pasti menolong kita dengan lengkap.
“Hari ini kita memperingati Kenaikan Yesus. Ada hal-hal yang sederhana dari pesan-pesan Tuhan yang mengingatkan kita kembali akan kenaikan Tuhan Yesus”ungkapnya.
Keempat Injil ditulis oleh 4 orang yang berbeda, dan dari 4 penulis ini ternyata hanya ada satu yang menulis kenaikan Tuhan Yesus, yaitu Lukas. Matius, Markus, dan Yohanes tidak menulis kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Ketiganya adalah orang-orang Yahudi dan hanya satu yang non-Yahudi yaitu Lukas.
Beberapa catatan tentang makna kenaikan Kristus bagi kita pada masa kini adalah: Pertama, kenaikan Kristus adalah pelengkap bagi kebangkitan-Nya. Meskipun dari beberapa pernyataan dalam PB mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuliaan Kristus terjadi bersamaan dengan kebangkitan-Nya, namun kebangkitan itu tetap dimengerti sebagai penaklukan atas maut sedangkan kenaikan dan pemuliaan merupakan pengertian tersendiri yang menonjolkan status surgawi Kristus.
Sebagai penakluk maut, Kristus menjadi yang sulung di antara umat-Nya. Sedangkan sebagai Kristus yang sudah naik, Ia meneruskan kemenangan kebangkitan-Nya itu sehingga menjadi suatu pelayanan yang mulia demi umat-Nya. Maka dapat dikatakan bahwa kebangkitan tanpa kenaikan akan menyebabkan beberapa unsur penting dalam iman Katolik.
“Mari kita maknai perayaan kenaikan Yesus Kristus atau dalam kalender nasional disebut kenaikan Isa Almasih sebagai sebuah pengharapan akan hal hal baik yang harus dilakukan”ungkapnya.
Perayaan ibadah Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus di kapel Santo Petrus dan Paulus diprediksi akan menjadi perayaan terakhir mengingat sebagian bangunan kapel akan terdampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Selain kondisi kapel yang sudah retak retak rencananya umat Katolik di Stasi Pasuruan akan pindah ke lokasi pembangunan gereja baru.
Selain dirayakan di kapel Santo Petrus dan Paulus juga dirayakan umat Katolik di sejumlah kapel atau gereja kecil diantaranya kapel Santa Maria Tridharmayoga, kapel Santo Krsitoforus Bakauheni, kapel Santa Theresia Kalianda dengan dijaga anggota polisi dari personil Polsek dan Polres Lampung Selatan.[Henk Widi]